Berbuka Puasa Jangan Jadi Ajang “Balas Dendam”, Dinkes Ingatkan Bahayanya:

  • 26 Feb 2026 16:24 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Dalam bulan suci Ramadan, meja-meja makan warga di Banjarmasin dipastikan kembali dipenuhi aneka makanan. Seperti gorengan, gulai bersantan, hingga kue manis yang menggoda selera.

Namun di balik semarak hidangan berbuka, ancaman kolesterol tinggi diam-diam mengintai. Melihat pola konsumsi masyarakat yang cenderung “balas dendam” saat berbuka, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin angkat suara.

“Pasa bukan alasan untuk mengabaikan kesehatan. Menjaga pola makan selama Ramadan sangat penting,” kata Kepala Dinkes Banjarmasin, Ramadhan. “Apalagi bagi mereka yang memiliki kadar kolesterol tinggi”.

Ia menjelaskan, perubahan waktu makan dan istirahat selama Ramadan membuat tubuh beradaptasi ekstra, yang mana jika tidak diimbangi dengan pola makan yang tepat, risiko gangguan kesehatan meningkat. Ramadhan menyoroti kebiasaan masyarakat yang cenderung memilih makanan tinggi lemak dan bersantan saat berbuka.

“Konsumsi berlebihan makanan digoreng dan berlemak dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat,” ucapnya. “Sering kali tubuh terasa lemas, kurang fokus, bahkan rentan sakit jika tidak dikelola dengan baik”.

Untuk itu, Dinkes membagikan sejumlah tips yang disebutnya sebagai “wajib diperhatikan” agar ibadah puasa tetap lancar tanpa mengorbankan kesehatan. Pertama, masyarakat diminta memilih makanan seimbang dan kaya serat seperti buah, sayur, dan biji-bijian.

Kedua, menghindari makanan yang digoreng karena berpotensi meningkatkan kolesterol jahat. Ketiga, memilih sumber protein rendah lemak seperti ikan, ayam tanpa kulit, serta kacang-kacangan. Keempat, membatasi konsumsi gula dan garam berlebih yang bisa memicu kolesterol tinggi dan tekanan darah.

“Tak kalah penting warga diimbau memperbanyak minum air putih, makan secara perlahan agar tidak berlebihan, serta menghindari makanan olahan yang tinggi lemak trans dan garam,” ucapnya. “Selama Ramadan tetap usahakan olahraga ringan. Jangan mentang-mentang puasa lalu tidak bergerak sama sekali”.

Ia juga menyarankan contoh menu sehat yang realistis diterapkan untuk sahur, oatmeal dengan buah, telur rebus, dan sayuran dinilai ideal. Saat berbuka, cukup awali dengan kurma dan air putih, lalu makanan ringan seperti salad atau buah.

“Sedangkan makan malam sebaiknya terdiri dari ikan, sayuran, dan nasi merah,” ujarnya. “Jadi itu beberapa tips wajib yang perlu diperhatikan masyarakat agar ibadah puasa berjalan lancar, tubuh tetap bugar dan produktivitas tidak menurun”.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....