Makna Mendalam Puasa dalam Surah Al-Baqarah 183
- 25 Feb 2026 14:16 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Umat Islam di seluruh dunia setiap tahun menjalankan ibadah puasa Ramadan yang secara tegas diperintahkan dalam Al-Qur’an, tepatnya Surah Al-Baqarah ayat 183. Ayat tersebut tidak hanya memuat kewajiban, tetapi juga menyimpan makna yang mendalam tentang tujuan dan hikmah puasa.
Hal itu disampaikan Ustaz Dr. Asyikin Noor, M.Ag dalam acara Nur Ramadan RRI Pro1 Banjarmasin, Selasa, 24 Februari 2026. Ia menjelaskan bahwa puasa telah diwajibkan kepada umat sebelum Islam, sehingga menunjukkan ibadah ini bersifat universal.
Menurutnya, pesan tersebut menegaskan adanya kesinambungan spiritual lintas generasi dalam perjalanan keimanan manusia. Umat Islam, kata dia, berada dalam satu mata rantai panjang tradisi ibadah yang telah dijalankan umat-umat terdahulu.
"Dalam konteks ini puasa menjadi sarana pendidikan ruhani, Ramadan bukan hanya menahan lapar dan dahaga tetapi juga menahan amarah dan menjaga lisan serta membersihkan niat," ujarnya.

Ustaz Asyikin menambahkan, tujuan utama puasa ditegaskan dalam kalimat “la‘allakum tattaqun” yang berarti agar kamu bertakwa. Takwa, menurutnya, bukan sekadar rasa takut kepada Allah, melainkan kesadaran penuh atas kehadiran-Nya dalam setiap aspek kehidupan.
Puasa, lanjutnya, melatih pengendalian diri, menahan hawa nafsu, serta memperkuat kepekaan hati. Ibadah ini membentuk pribadi yang lebih sadar, terkendali, dan peduli terhadap sesama.
Ia menegaskan Surah Al-Baqarah ayat 183 bukan sekadar ayat tentang kewajiban puasa. Ayat tersebut merupakan peta spiritual yang memuat dimensi historis, sosial, psikologis, dan teologis sekaligus, yang bermuara pada pembentukan insan bertakwa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....