Pesan Tahsin Dibalik Humor Si Palui
- 24 Feb 2026 22:43 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - H.Anang Syahrani dalam Madihin Syair Bakisah menceritakan tokoh legendaris Si Palui yang berangkat salat tarawih ke masjid, namun merasa kelelahan dan kepanasan. “Uma jar Palui rasa handak pecah asam urat unda, rasa jara, kelajuan banar, luput pulang,” ucapnya menuturkan dalam bahasa Banjar.
Kisah itu disuguhkan dalam Madihin Syair Bakisah dalam program Ragam Budayam di Pro4 RRI Banjarmasin, Selasa, 24 februari 2026. Tema yang diangkat Si Palui “Imam Terawih”.
Kisah tersebut menggambarkan bagaimana Palui yang tak sanggup mengikuti imam karena terlalu cepat. Akhirnya Palui memilih tarawih di rumah saja.
Sang istri meminta ikut berjamaah, dan dengan penuh percaya diri Palui memberanikan diri menjadi imam. Salat berjalan lancar hingga menjelang witir, ketika Palui membaca, “Samiallah huliman hamidah,” dengan suara keras karena setengah mengantuk.
Sang istri yang salah paham mengira suaminya menyindir nama ibunya, Hamidah. Palui akhirnya menjelaskan bahwa kejadian itu murni karena kaget dan mengantuk, bukan kesengajaan mengejek orang tua.
Kisah pun ditutup dengan saling meminta maaf antara Palui dan istrinya. Melalui humor tersebut, Anang Syahrani menyisipkan pesan penting bahwa siapa pun yang menjadi imam salat harus memenuhi syarat yang benar.
“Makhorijul hurufnya harus pas, jangan terburu-buru, dan mengerti tahsin supaya bacaan tidak menimbulkan salah paham,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....