Menemukan Cinta dalam Setiap Ayat Al-Qur’an

  • 23 Feb 2026 08:39 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Banyak orang belajar membaca Al-Qur’an, tetapi belum tentu menumbuhkan rasa cinta kepadanya. Mereka mengejar target khatam dalam waktu tertentu, namun belum tentu merasakan nikmat di setiap ayat yang dilantunkan.

Dikutip dari laman kemenag.go.id/feature, yang memuat tulisan Dr. Mastuki, M.Ag pada Kurikulum Berbasis Cinta, disebutkan bahwa Al-Qur’an adalah surat cinta dari Tuhan. “Saat kalam membekas di kesadaran, itu pertanda cinta Tuhan yang diam-diam membekas dalam kesadaran,” ujarnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar kitab hukum, melainkan sapaan penuh kasih dari Allah. Siapa pun yang membacanya dengan kesadaran akan merasakan ketenangan karena menyadari bahwa ia tidak pernah sendirian.

Tulisan itu juga mengajak umat untuk menemukan kembali makna membaca Al-Qur’an sebagai upaya memahami pesan, bukan sekadar menuntaskan bacaan. Membaca dengan tajwid yang benar memang penting, tetapi meresapi maknanya dengan hati dan jiwa jauh lebih utama.

Sejak dahulu, para ulama menggambarkan Al-Qur’an dengan ungkapan yang indah dan mendalam. Imam Hasan al-Basri menyatakan bahwa Al-Qur’an diturunkan untuk direnungi dan diamalkan, bukan hanya dibaca tanpa tadabbur.

Hal senada juga disebutkan oleh Ibnu Qayyim al-Jauziyyah yang menekankan kedekatan hamba dengan Tuhannya melalui bacaan Al-Qur’an. Ia mengatakan bahwa siapa yang ingin Allah berbicara kepadanya, maka hendaklah ia membaca Al-Qur’an.

Ada beberapa tips sederhana yang bisa dipraktikkan agar membaca Al-Qur’an lebih bermakna. Pertama, niatkan untuk memahami pesan dan makna dari kalam Allah sebelum mulai membaca.

Kedua, catat satu ayat yang paling menyentuh hati tanpa perlu mengejar banyak ayat sekaligus. Ketiga, jangan terburu-buru dan nikmati setiap ayat seolah-olah ditujukan langsung kepada diri sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....