Puasa Ramadan Bentuk Karakter Anak Muda Bertakwa

  • 21 Feb 2026 18:37 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Puasa bagi anak muda tidak hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjadi sarana melatih kesadaran diri. Hal tersebut disampaikan Akademisi UIN Antasari, Dr. Fatrawati Kumari, M.Hum., dalam acara Nur Ramadan RRI Pro1 Banjarmasin, Sabtu, 21 Februari 2026.

Menurutnya, generasi muda berada pada fase pencarian jati diri sehingga membutuhkan pondasi spiritual yang kuat. Ramadan menjadi momentum penting untuk mengarahkan energi dan pola pikir anak muda agar tetap berada dalam nilai-nilai agama.

“Puasa tidak hanya menahan makan dan minum, tetapi juga melatih kesadaran diri sebagai hamba Allah,” ujar Dr. Fatrawati Kumari. “Anak muda harus memahami bahwa Ramadan adalah ruang pembentukan karakter dan ketakwaan.”

Ia menjelaskan, Al-Qur’an dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 menegaskan kewajiban puasa bagi orang beriman, termasuk generasi muda. Kewajiban tersebut tetap berlaku meskipun zaman dan perkembangan teknologi terus berubah.

“Perubahan zaman boleh terjadi, tetapi kewajiban puasa tetap berlaku bagi setiap Muslim yang beriman,” ucapnya. “Di era digital, nilai puasa justru harus menjadi pengendali perilaku dan pola pikir anak muda.”

Dalam praktiknya, puasa memiliki tingkatan yang perlu dipahami generasi muda. Puasa tidak hanya menahan diri secara fisik, tetapi juga menjaga pancaindra dan hati dari hal-hal yang menjauhkan dari Allah Swt.

“Puasa umum hanya menahan lapar dan haus, tetapi puasa khusus menjaga seluruh anggota tubuh dari dosa,” kata Dr. Fatrawati Kumari. “Tingkatan tertinggi adalah ketika hati ikut berpuasa dari segala keinginan yang menjauhkan dari Allah.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....