Aji Mumpung Pasar Wadai Ramadan, Harga Melambung?
- 20 Feb 2026 10:32 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Festival pasar wadai ramadan resmi Kembali digelar, terpusat di Kawasan Siring Nol Kilometer Banjarmasin. Bamara Festival Pasar Wadai yang diklaim sebagai ajang penggerak ekonomi rakyat itu, resmi dibuka bersama oleh Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, dan Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin, Kamis sore, 19 Februari 2026.
Usai peresmian, rombongan pejabat terlihat meninjau lapak, bercengkrama dengan pedagang, hingga membeli sejumlah jajanan. Namun di balik kemeriahan itu, publik menanti satu hal, apakah festival ini benar-benar berdampak nyata bagi warga yang datang berbelanja dan pedagang, atau sekadar seremoni?
Mega Novarina, warga Banjarmasin berharap, harga yang dijual di pasar wadai ramadan tidak melambung tinggi. Karena biasanya, harga kue, makanan atau minuman yang dijual pada agenda saban tahun ini kerap lebih mahal dibandingkan saat diluar bulan ramadan, alias memanfaatkan momen atau juga aji mumpung.
“Sebenarnya senang sekali dengan adanya pasar wadai setiap tahunnya ini. Tapi terkadang yang membuat enggan datang harganya biasanya sudah mahal-mahal dari pada hari biasanya,” kata, Mega saat ditemui sedang berbelanja di Pasar Wadai.
“Kita berharap ada kontrol harga jual dari pihak panita atau pemerintah agar pedagang tidak memanfaatkan momen," ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR menekankan bahwa Pasar Wadai tahun ini bukan hanya soal kemeriahan, melainkan strategi menjaga stabilitas ekonomi daerah. Tak hanya itu, festival juga dirangkai dengan National Halal Fair sebagai ruang promosi dan edukasi produk halal guna memperkuat ekosistem ekonomi syariah berbasis UMKM.
“Artinya kita ingin festival pasar wadai kali ini tidak hanya menghadirkan kemeriahan saja,” kata Yamin.
“Tetapi juga memberikan dampak nyata bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Banua, khususnya di Kota Banjarmasin," ujarnya.
Ia mengakui, tantangan klasik seperti pengelolaan sampah dan penataan lapak tetap menjadi sorotan saban tahun. Yamin pun mengingatkan pedagang dan pengunjung untuk menjaga kebersihan serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
“Kolaborasi ini merupakan contoh nyata bahwa ketika pemerintah bekerja bersama dan saling merangkul semua, manfaatnya akan dapat langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.
“Bekerja bersama, merangkul semua, Banjarmasin Maju Sejahtera," ucapnya,
Dengan stand yang lebih ramai dan dukungan lintas sektor, Pemko berharap geliat ekonomi warga benar-benar bergerak. Publik tentu akan menilai bukan dari seremoni pembukaan. Melainkan dari seberapa besar omzet pedagang naik, harga tetap terkendali, dan dampak ekonomi terasa hingga Ramadan usai.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....