Memasuki Bulan Ramadan, Harga Telur Semakin Melonjak

  • 19 Feb 2026 15:59 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Memasuki bulan suci Ramadan, harga telur ayam di Pasar Tradisional Sentra Antasari Banjarmasin mengalami kenaikan signifikan. Lonjakan harga ini dirasakan baik oleh pedagang maupun pembeli dalam beberapa pekan terakhir.

Distributor Jaringan Pendukung Pangan, Toko Adi Ntalu, Adi mengatakan saat ini harga telur ayam di tingkat distributor sudah mencapai Rp30 ribu per partai. Sedangkan untuk eceran, telur dijual dengan harga Rp32 ribu hingga Rp33 ribu per kilogram.

“Sekarang harga di distributor sudah Rp30 ribu per partai, kalau eceran Rp32 ribu sampai Rp33 ribu per kilogram,” ujar Adi. Ia menambahkan harga per butir berkisar antara Rp2.000 hingga Rp2.500.

Kenaikan harga terjadi secara bertahap sejak momen Nisfu Sya’ban. Permintaan pembeli untuk memenuhi kebutuhan MBG yang tetap berjalan selama Ramadan turut mendorong peningkatan harga.

“Stok telur saat ini sangat menipis dan hanya cukup untuk satu hari, padahal biasanya mampu mencukupi kebutuhan hingga dua sampai tiga hari ke depan,” katanya. “Kalau per hari penjualan mencapai dua hingga tiga ton, jadi langsung habis.”

Adi menambahkan, tidak hanya telur ayam, telur itik juga mengalami kenaikan harga di pasaran. Dari sebelumnya Rp2.500 per butir, kini dijual dengan harga Rp3.000 hingga Rp3.200 per butir.

“Diprediksi nanti akan terus terjadi kenaikan selama persediaan telur ayam masih menipis,” ucapnya. “Bisa diangka Rp32.000 di tingkat distributor, dan saat ini pun sudah mahal banget harganya.”

Sementara itu, salah seorang pelaku usaha katering, Ristina, mengaku cukup keberatan dengan kenaikan harga tersebut. Biasanya, untuk usaha katering makanan, Ia menggunakan telur itik.

Ia mengatakan, saat ini hanya dapat menyesuaikan jumlah pembelian bahan makanan sesuai kemampuan akibat kenaikan harga yang terjadi. Jika sebelumnya mampu membeli 100 hingga 130 butir telur, kini ia hanya dapat membeli sekitar 80 butir saja.

“Saya kan ada usaha katering, di kondisi seperti ini ya hanya mampu menyesuaikan. Bisa harganya yang ikut dinaikkan atau porsi makanannya yang dikurangi. Mudah-mudahan harga bisa kembali stabil, biar sama-sama nyaman,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....