Pantauan Hilal di Banjarmasin, Awal Ramadan Berpotensi Berbeda
- 17 Feb 2026 18:31 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan menggelar pemantauan hilal atau hisab rukyat untuk menentukan awal Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan pemantauan dilaksanakan di puncak Gedung RS Amanah Banjarmasin, Selasa 17 Februari 2026, dimulai sekitar pukul 18.00 Wita hingga matahari terbenam.
Dalam kegiatan tersebut, Kemenag Kalsel turut mengundang sejumlah pihak terkait. Diantaranya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Selatan, Pengadilan Tinggi Agama Banjarmasin, serta perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, M Tambrin, mengatakan hasil pemantauan hilal di daerah akan dilaporkan ke Kementerian Agama RI sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penetapan 1 Ramadan 1447 H. Menurutnya, berdasarkan perhitungan astronomi, terdapat kemungkinan awal Ramadan tahun ini berpotensi berbeda, tergantung pada hasil rukyat di berbagai wilayah Indonesia.
"Pantauan di Banjarmasin, jelas tidak terlihat. Namun kita tetap menunggu keputusan resmi pemerintah melalui sidang isbat. Apapun hasilnya nanti, diharapkan masyarakat bisa menyikapinya dengan bijak dan tetap menjaga persatuan,” ujarnya.
Sementara, Sekda Prov Kalsel M Syarifuddin menghimbau masyarakat agar tetap menjaga kesucian bulan Ramadan, dan saling menghormati. "Jagalah kesucian bulan Ramadan ini," katanya.
Adapun Berdasarkan kriteria Imkanurrukyat MABIMS terbaru yakni tinggi hilal 3 derajat dan sudur elongasi 6,4 derajat. Berdasarkan surat Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam tanggal 25 Februari 2022. Sedangkan di Banjarmasin, posisi hilal berada pada -1 derajat, sehingga tak memenuhi kriteria untuk penetapan satu Ramadan di Kalsel.
Pantauan juga dilaksanakan di tujuh titik lainnya, yakni di HSU, HST, HSS, Tapin, Tanah Laut, dan Balangan. Tambrin menuturkan, Kalsel menjadi salah satu titik pemantauan hilal dari 94 titik yang ada di Indonesia
Pemantauan hilal ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan penetapan awal bulan hijriah dilakukan secara ilmiah dan sesuai ketentuan syariat, sehingga umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa dengan kepastian dan ketenangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....