Ramadan Momentum Ketakwaan dan Kepedulian Sosial
- 17 Feb 2026 22:13 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183 menjelaskan tujuan puasa untuk membentuk pribadi yang bertakwa. Ketakwaan tersebut tidak hanya menguatkan spiritualitas, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial kepada sesama.
Hal itu disampaikan Dr. Budi Rahmat Hakim, S.Ag., M.HI., dari UIN Antasari Banjarmasin saat Kuliah Subuh di RRI Pro1 Banjarmasin, Selasa, 17 Februari 2026. Program siaran tersebut mengangkat tema Ramadan dan semangat filantropi Islam.
Dr. Budi Rahmat menjelaskan filantropi Islam merupakan sikap dermawan melalui sedekah, zakat, dan bantuan sosial sebagai wujud keimanan. Ramadan, menurutnya, menjadi momentum pendidikan ruhani dan sosial karena puasa melatih empati terhadap fakir miskin dan mereka yang hidup dalam kekurangan.
“Puasa membentuk pribadi bertakwa yang sadar akan amanahnya sebagai hamba Allah, menjaga hubungan dengan Allah dan sesama manusia,” ucapnya.
Keteladanan terbesar dalam filantropi, lanjutnya, ditunjukkan Nabi Muhammad saw yang dikenal sebagai manusia paling dermawan. Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan Rasulullah saw semakin dermawan ketika memasuki bulan Ramadan.
Ia mengutip sabda Nabi Muhammad saw, “Tidak beriman seseorang yang kenyang sementara tetangganya kelaparan di sampingnya” (HR Thabrani). Menurutnya, hadis tersebut menegaskan bahwa iman dan kepedulian sosial tidak dapat dipisahkan.
“Sedekah yang paling utama adalah sedekah di bulan Ramadan,” ucapnya mengutip hadis riwayat Tirmidzi. “Dan siapa yang memberi makan orang berbuka puasa akan mendapat pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahalanya.”
Fenomena berbagi takjil, buka puasa bersama, dan sedekah di masjid maupun ruang publik di Banua disebutnya sebagai praktik nyata filantropi Islam. Tradisi tersebut dinilai memperkuat solidaritas sosial sekaligus mempererat silaturahmi di tengah masyarakat.
Ia juga mengingatkan pentingnya menunaikan zakat mal dan zakat fitrah menjelang Idulfitri agar fakir miskin turut merasakan kebahagiaan hari raya. Zakat tidak hanya menyucikan harta dan jiwa, tetapi juga memperkuat kepedulian serta kebersamaan di tengah masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....