Safrah Mengais Rezeki dari Kembang Ziarah Ramadan

  • 16 Feb 2026 12:31 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.Ci.ID, Banjarmasin - Pagi cerah menyelimuti kawasan makam di Guntung Lua, Kota Banjarbaru. Di antara Langkah-langkah peziarah yang datang membawa doa, Safrah (65) duduk bersila di depan lapak kecilnya.

Deretan kembang warna-warni tertata rapi dihadapannya. Ramadan semakin dekat, dan bagi Safrah, bulan suci ini bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang harapan yang ia gantungkan pada setiap kantong bunga yang terjual.

Dengan pakain sederhana dan kerudung hitam yang menutupi rambutnya yang mulai memutih, Safrah menyambut setiap pembeli dengan senyum tipis. Tangannya dengan cekatan merapikan plastik-plastik berisi campuran bunga tabur, Ia mengaku hanya mengambil upah dari penjualan tersebut.

“Ulun cuma mengambil sedikit upah dari jualan kembang ini. Kalau ramai seperti awal Ramadan ini, insyaalah bisa habis,” ujarnya pelan. Senin 16 Februari 2026.

Menurut Safrah, jika seluruh dagangannya terjual, ia bisa membawa pulang Rp.50 ribu hingga Rp.60 ribu dalam sehari. Jumlah yang mungkin tak sebesar bagi sebagian orang, namun sangat berarti untuk memenuhi kebutuhan dapurnya.

“walau tak banyak, insyaallah sudah cukup buat beli beras dan telor. Ulun syukui saja, yang penting ada hasil,” katanya dengan mata yang nampak berbinar, meski garis-garis lelah diwajah tak bisa disembunyikan.

Safrah menempati rumah sewaan di kawasan Guntung Lua, tak jauh dari pasar lama Banjarbaru. Anak-anaknya telah berkeluarga dan tinggal terpisah. Ia memilih tetap berjualan agar tidak bergantung sepenuhnya pada mereka.

Di tengah ramainya jelang awal Ramadan, Safrah menjadi potret kecil keteguhan perempuan yang memilih berdiri di atas kakinya sendiri. Diantara kembang-kembang yang ia susun rapi setiap pagi, terselip keyakinan sederhana selama masih ada uang datang berziarah, selama itu pula harapan akan tetap mekar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....