Ramadan atau Ramadhan, Mana Penulisan Baku?

  • 13 Feb 2026 08:31 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Saat mendekati bulan puasa, kita kerap menjumpai tulisan Marhaban Ya Ramadhan, atau Marhaban Ya Ramadan. Diantara tulisan tersebut, manakah yang benar, Ramadhan atau Ramadan? Mana yang sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia yang baku?

Pertanyaan ini cukup sering muncul, terutama bagi penulis, jurnalis, pelajar hingga masyarakat umum yang ingin menulis dengan ejaan yang sesuai kaidah. Ramadan adalah kata serapan dari bahasa Arab. Kata serapan ini disesuaikan agar lebih sesuai dengan ejaan dan aturan bahasa Indonesia.

Salah satu aturan dalam KBBI adalah menyederhanakan konsonan ganda yang bisa membingungkan, seperti “dh” dalam kata Ramadhan. Akhirnya, konsonan ini dihilangkan untuk mempermudah penulisan dan menghindari kesalahan, penulisan yang benar adalah “Ramadan” tanpa huruf “h”.

Sebaliknya, "Ramadhan" adalah bentuk yang keliru dan tidak ditemukan dalam KBBI. Kesalahan ini bisa saja muncul dari adaptasi pelafalan yang tidak sesuai dengan transliterasi yang benar dalam bahasa Indonesia.

Dengan demikian, Ramadan merupakan bentuk baku menurut kaidah bahasa Indonesia modern, sedangkan Ramadhan masih dianggap benar dalam konteks religius atau penulisan bernuansa Arab.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....