Rivalitas Tim Amerika Latin dan Eropa Sepanjang Sejarah Piala Dunia
- 06 Jul 2026 07:57 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Rivalitas CONMEBOL dan UEFA menjadi salah satu persaingan terbesar dalam sejarah Piala Dunia FIFA.
- Data FIFA hingga 30 Juni 2026, CONMEBOL unggul tipis atas UEFA dengan 104 kemenangan dari 252 pertemuan.
- UEFA masih memimpin jumlah gelar juara dunia, tetapi CONMEBOL lebih dominan saat bertemu di partai final.
- Pada Piala Dunia FIFA 2026, wakil CONMEBOL kembali unggul dalam rekor pertemuan melawan tim-tim Eropa.
- Persaingan kedua konfederasi diperkirakan terus berlanjut hingga fase akhir Piala Dunia FIFA 2026.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Rivalitas antara tim-tim Amerika Selatan dan Eropa menjadi salah satu cerita terbesar dalam sejarah Piala Dunia FIFA. Sejak edisi perdana pada 1930 hingga Piala Dunia FIFA 2026, pertemuan wakil CONMEBOL dan UEFA terus menghadirkan banyak pertandingan bersejarah.
Dilansir dari fifa.com, hingga pembaruan 30 Juni 2026 telah berlangsung 252 pertandingan antara kedua konfederasi di Piala Dunia. CONMEBOL unggul tipis dengan 104 kemenangan, sedangkan UEFA mencatat 90 kemenangan dan 58 laga berakhir imbang.
Sebanyak 13 pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti, tetapi secara resmi tetap dicatat sebagai hasil imbang. Dalam adu penalti, CONMEBOL juga lebih dominan dengan sembilan kemenangan dibandingkan empat kemenangan milik UEFA.
Meski demikian, UEFA masih memimpin dalam jumlah gelar juara dunia. Negara-negara Eropa telah mengoleksi 12 trofi Piala Dunia, sementara CONMEBOL mengumpulkan 10 gelar.
Ketika kedua konfederasi bertemu di partai final, catatan justru berpihak kepada Amerika Selatan. CONMEBOL berhasil memenangi delapan final melawan wakil UEFA, sedangkan Eropa baru tiga kali keluar sebagai juara dalam duel tersebut.

Pada Piala Dunia FIFA 2026, wakil CONMEBOL kembali tampil impresif hingga Babak 32 Besar. Mereka membukukan empat kemenangan, sementara UEFA hanya meraih satu kemenangan dan dua pertandingan lainnya berakhir imbang, termasuk satu yang dimenangi CONMEBOL melalui adu penalti.
Salah satu hasil mengejutkan datang saat Ekuador mengalahkan Jerman pada fase grup, sementara Paraguay menyingkirkan Jerman melalui adu penalti di Babak 32 Besar. Brasil juga sukses mengalahkan Skotlandia, sedangkan Spanyol menjadi satu-satunya wakil UEFA yang mampu menaklukkan tim CONMEBOL setelah mengalahkan Uruguay.
Rivalitas kedua konfederasi diperkirakan masih akan berlanjut pada fase gugur Piala Dunia FIFA 2026. Sejumlah tim unggulan dari Amerika Selatan dan Eropa masih bertahan sehingga peluang bertemunya kedua kubu tetap terbuka.
Data FIFA menunjukkan persaingan CONMEBOL dan UEFA masih menjadi poros utama dalam sejarah Piala Dunia. Rekor pertemuan kedua konfederasi pun dipastikan akan terus bertambah seiring berjalannya turnamen hingga partai final.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....