Reuni Ronaldo dan Modric di Ajang Piala Dunia jadi Panggung Terakhir Dua Legenda

  • 04 Jul 2026 11:39 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Laga Portugal menghadapi Kroasia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 menjadi salah satu pertandingan paling emosional di turnamen kali ini. Duel yang berlangsung di Toronto Stadium, Jumat, 3 Juli 2016 Pagi itu dipenuhi cerita tentang persaingan, persahabatan, hingga kemungkinan menjadi panggung terakhir dua legenda sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo dan Luka Modric.

Pertandingan tersebut berakhir dengan kemenangan Portugal 2-1 atas Kroasia. Hasil itu mengantarkan Portugal melaju ke babak 16 besar, sementara Kroasia harus mengakhiri langkahnya di Piala Dunia 2026.

Bagi Luka Modric, laga ini menjadi penampilan terakhirnya di ajang Piala Dunia. Gelandang berusia 40 tahun itu menutup perjalanan panjangnya setelah tampil dalam lima edisi Piala Dunia dan membawa Kroasia menjadi finalis pada 2018 serta peringkat ketiga pada 2022.

Di sisi lain, pertandingan tersebut juga disebut sebagai "last dance" Cristiano Ronaldo bersama Timnas Portugal di Piala Dunia. Kakak Ronaldo mengungkapkan bahwa turnamen 2026 diperkirakan menjadi ajang internasional terakhir sang megabintang bersama negaranya.

Duel Portugal melawan Kroasia juga menjadi ajang reuni bagi Ronaldo dan Modric. Keduanya pernah menjadi rekan setim di Real Madrid selama enam musim dan bersama-sama mempersembahkan empat gelar Liga Champions Eropa.

Hubungan keduanya kembali menjadi sorotan setelah peluit panjang berbunyi. Ronaldo dan Modric saling berpelukan di tengah lapangan sebagai bentuk penghormatan atas perjalanan panjang yang telah mereka lalui sebagai rival sekaligus sahabat.

Selain rasa emosi, pertandingan tersebut juga menghadirkan sejumlah fakta unik. Laga Portugal melawan Kroasia mencatat rekor Piala Dunia dengan empat gol yang dianulir melalui tinjauan VAR, termasuk gol penyeimbang Kroasia pada masa tambahan waktu yang dibatalkan karena offside.

Cristiano Ronaldo turut menorehkan catatan pribadi dalam pertandingan itu. Gol penaltinya menjadi gol pertama yang ia cetak pada fase gugur Piala Dunia, sekaligus memperpanjang rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Timnas Portugal.

Bagi para pencinta sepak bola, pertandingan ini dipandang sebagai penutup sebuah era. Terlepas dari hasil akhir, duel Ronaldo dan Modric akan selalu dikenang sebagai pertemuan dua legenda yang telah menghiasi sepak bola dunia selama lebih dari dua dekade.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....