Nurisa Dian Ukir Sejarah, Panahan Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games
- 01 Okt 2026 14:09 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pemanah Indonesia Nurisa Dian Ashrifah meraih medali emas nomor compound individu putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah mengalahkan wakil Filipina Amaya Amparo Cojuangco 139-137 di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose, Jepang, Kamis, 1 Oktober 2026. Medali tersebut menjadi emas pertama Indonesia dari cabang olahraga panahan sepanjang sejarah keikutsertaan di Asian Games.
Pertandingan final berlangsung ketat sejak end pertama dengan kedua pemanah sama-sama mengumpulkan 28 poin. Nurisa kemudian unggul 27-26 pada end kedua, sebelum kembali bermain imbang 29-29 pada end ketiga.
Cojuangco sempat memperkecil ketertinggalan setelah merebut end keempat dengan skor 27-26. Nurisa kemudian tampil lebih akurat pada end terakhir dan mengamankan 29 poin, sementara lawannya mencatat 27 poin untuk memastikan kemenangan 139-137 dan mengamankan medali emas.
Perjalanan Nurisa menuju podium tertinggi dimulai dari babak 32 besar. Unggulan kedelapan tersebut mengalahkan wakil Singapura Madeleine Xue Li Ong dengan skor 149-142, kemudian menundukkan Viktoriya Lyan dari Kazakhstan 148-145 di babak 16 besar.
Pada perempat final, Nurisa kembali menghadapi pertandingan ketat saat berhadapan dengan unggulan pertama asal India, Chikitha Taniparthi. Nurisa mengamankan kemenangan dengan skor tipis 144-143 untuk melaju ke semifinal.
Di babak semifinal, Nurisa bertemu pemanah Korea Selatan Kang Yeonseo. Ia tampil konsisten dan menang dengan skor 147-143 untuk memastikan tempat di partai final.
Raihan tersebut mencatat sejarah karena sebelumnya panahan Indonesia belum pernah menyumbangkan medali emas di Asian Games. Prestasi terbaik Indonesia sebelumnya adalah medali perak, yang pernah diraih pada nomor beregu recurve putra 1982, beregu recurve putri 1994, serta Diananda Choirunisa pada nomor recurve individu putri Asian Games 2018.
Capaian Nurisa juga menjadi medali emas kelima Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Empat emas sebelumnya diraih melalui beregu putra bulu tangkis, ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, angkat besi 75 kilogram melalui Rahmat Erwin Abdullah, dan panjat tebing speed putri melalui Desak Made Rita Kusuma Dewi.
Tambahan emas tersebut membawa Indonesia naik ke peringkat 13 klasemen sementara perolehan medali hingga sore ini. Indonesia mengoleksi lima emas, tujuh perak, dan 20 perunggu, sementara China masih berada di posisi pertama, disusul Jepang dan Korea Selatan.
Posisi Indonesia juga berada di bawah Malaysia yang menempati peringkat ke-11 dengan enam emas, lima perak, dan 12 perunggu. Sementara Thailand menjadi negara Asia Tenggara dengan posisi tertinggi di peringkat kelima dengan 12 emas, 10 perak, dan 12 perunggu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....