Kejurprov Angkat Besi Kalsel 2026, Ajang Asah Kemampuan dan Regenerasi Atlet

  • 13 Sep 2026 09:14 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Angkat Besi Kalimantan Selatan Tahun 2026 resmi digelar di Halaman Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Mulawarman Banjarmasin pada Sabtu, 12 September 2026. Ajang tersebut dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kalsel yang diwakili Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga, Heru Susmianto didampingi Kasi Pembibitan dan Tenaga Keolahragaan, Rijal Hamid.

Kejuaraan bergengsi ini diikuti sebanyak 80 atlet kategori pemula hingga senior dari 11 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan. Para peserta bersaing memperebutkan gelar terbaik pada beberapa kategori perlombaan, yakni Snatch, Clean and Jerk, serta Total Angkatan.

Heru menyampaikan bahwa kejuaraan yang berlangsung selama beberapa hari ini merupakan sarana utama untuk menjaring atlet potensial. Ia menegaskan pembinaan olahraga yang terstruktur dari tingkat daerah hingga jenjang nasional sangat penting dilakukan.

"Kegiatan hari ini tentunya kita melaksanakan kejuaraan provinsi untuk angkat besi yang dilaksanakan oleh Pengprov PABSI, dilaksanakan mungkin tiga sampai empat hari dalam rangka mencari atlet-atlet yang potensial yang berprestasi di tingkat provinsi," ujar Heru.

Heru menambahkan bahwa kejuaraan ini menjadi bagian dari persiapan jangka panjang menuju berbagai ajang olahraga nasional. Pihaknya memfokuskan pembinaan ini untuk memperkuat kontingen daerah pada Popnas hingga Pra-PON 2027.

"Iya, ini kan kalau di level prestasi memang berjenjang. Jadi, baik di tingkat pelajar, kita ada untuk Popnas. Kemudian untuk yang senior, mungkin di PON ya, persiapan buat Pra-PON di 2027," ucapnya.

Pemerintah Provinsi Kalsel juga terus mendorong pemerataan prestasi atlet Angkat Besi di seluruh kabupaten dan kota. Ajang Kejurprov ini diharapkan dapat memotivasi para lifter dari pelosok daerah agar mampu bersaing di tingkat provinsi.

"Jadi dengan adanya kegiatan Kejurprov ini juga menumbuhkan minat untuk atlet-atlet yang mungkin yang di daerah kita, agar bisa bersaing di tingkat provinsi," katanya.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemprov Kalsel berkomitmen memberikan dukungan kepada atlet-atlet yang telah menyumbang prestasi. Dukungan tersebut diberikan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam pembinaan demi menjaga motivasi dan performa para atlet.

"Kalau kita di prestasi tentunya atlet yang berprestasi kita lakukan pembinaan secara terus-menerus. Hasil PON kemarin beberapa atlet yang mungkin ada di angkat besi dan juga atlet potensial lainnya juga kita berikan pembinaan, uang pembinaan untuk atlet supaya bisa terus bersemangat," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengprov PABSI Kalsel, Mardian Susanto, didampingi Sekretaris Umum PABSI, Tommy Firdaus Bachlevi menyambut antusias peningkatan jumlah partisipasi dari kepengurusan kabupaten/kota di kejurprov tahun ini. Pihaknya merasa bangga dapat memberi kesempatan bertanding khususnya bagi para atlet pemula.

"Kejurprov pada tahun ini alhamdulillah diikuti oleh 11 kabupaten dan kota, yaitu dari Pengkab dan Pengkot. Karena memang pada saat Kejurprov di tahun kemarin, kita hanya bisa melaksanakan atau diikuti hanya 7 kabupaten dan kota," ujar Mardian Susanto.

Mardian menegaskan bahwa pembinaan atlet pemula sangat penting agar mereka bisa terus mengembangkan potensi dan kemampuan. Pengalaman pertama di panggung kejuaraan ini dinilai menjadi modal berharga bagi perkembangan karier mereka.

"Tapi kami dari Pengprov PABSI Kalsel sangat bangga karena mereka ini adalah atlet-atlet pemula yang belum pernah naik panggung dan hari ini kita libatkan. Paling tidak ini akan memberikan semangat buat mereka, karena bagaimanapun kalau mereka tidak diikutkan bertanding dan tidak diberikan kelas, nanti akhirnya mereka tidak ikut lagi latihan-latihan," ucapnya.

Lebih lanjut, Mardian menyoroti antusiasme tinggi dari daerah-daerah yang pengurusnya baru saja terbentuk, seperti Banjarbaru dan Kabupaten Banjar. Meskipun tergolong pengurus baru, daerah tersebut terbukti sukses mengirimkan atlet pelajar untuk bertanding.

"Pengkot Banjarbaru ini kan baru, baru berjalan 6 bulan tapi alhamdulillah mereka sudah bisa mengirimkan atlet 4 orang dan ini semua pelajar. Termasuk Kabupaten Banjar juga, rasanya 6 bulan saja baru terbentuk kepengurusannya tapi sudah ada atletnya," katanya.

Pihaknya berharap konsistensi penyelenggaraan Kejurprov ini mampu melahirkan bibit-bibit potensial yang baru. Ia optimistis regenerasi lifter Kalsel dapat terus berlanjut hingga tingkat senior untuk bersaing di level yang lebih tinggi.

"Ya memang harapan kita mudah-mudahan dengan kita mengadakan Kejurprov berkala seperti ini, ya paling tidak nanti ada lah bibit baru seperti mereka-mereka yang telah lewat atau senior-senior mereka, yang bisa kembali mencetak prestasi," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....