Haornas ke-43, Dispora Kalsel Dorong Masyarakat Aktif dan Bugar
- 11 Sep 2026 12:07 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Dinas Pemuda dan Olahraga Kalimantan Selatan menggelar upacara peringatan Hari Olahraga Nasional atau Haornas ke-43 tahun 2026 di halaman Kantor Dispora Kalsel, Kamis, 10 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti mitra strategis Dispora, di antaranya KONI, KORMI, SOIna, NPC, serta para penggiat dan insan olahraga di Kalimantan Selatan.
Dengan mengusung tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!”, peringatan ini pengingat pentingnya membudayakan aktivitas olahraga di tengah masyarakat. Pesan ini yang kemudian menjadi perhatian Dispora Kalsel dalam memaknai peringatan Haornas tahun ini.
Kepala Dispora Kalsel mengatakan, peringatan ini dilaksanakan secara sederhana melalui apel bersama dengan sejumlah mitra strategis. Kehadiran organisasi olahraga dan para penggiat olahraga dinilai menjadi bagian dari upaya membangun budaya olahraga di tengah masyarakat.
“Kita memaknai bahwa kita membudayakan masyarakat yang aktif dan bugar. Kita mulai dengan bergerak kemudian membudayakan menjadi aktif, Dari aktif menjadi bugar, dari bugar menjadi produktif. Begitu seterusnya sehingga kita menjadi sebuah masyarakat yang kuat,” ujar Kadispora, usai ditemui saat selesai melaksanakan Upacara.
Ia menjelaskan ukuran keberhasilan pembangunan olahraga tidak cukup hanya dilihat dari capaian prestasi maupun banyaknya kompetisi yang digelar. Perhatian juga perlu diarahkan pada tingkat keaktifan masyarakat dalam berolahraga hingga berdampak terhadap kebugaran mereka.
“Kita mencoba untuk tidak terjebak juga dengan logika podium. Tidak mengukurnya semata-mata hanya dari berapa banyak event yang dilaksanakan. Tetapi bagaimana sehatnya masyarakat kita, bagaimana keaktifan mereka dalam berolahraga. Untuk menuju masyarakat yang bugar,” ucapnya.
Di sisi lain, Dispora Kalsel juga melakukan evaluasi terhadap pola pembinaan olahraga pelajar dan pembinaan prestasi. Evaluasi tersebut mencakup keberlangsungan pembinaan atlet sejak usia dini hingga jenjang atlet yang lebih senior.
Kadispora menyebut, Evaluasi diperlukan agar pembinaan tidak hanya berorientasi pada jumlah atlet yang dibina, tetapi juga melihat hasil dan potensi cabang olahraga yang dapat dikembangkan. Salah satu perhatian diarahkan pada cabang olahraga yang dinilai sesuai dengan karakter dan potensi Kalimantan Selatan.
“Yang mana-mana olahraga yang menjadi kulture Kalimantan Selatan, olahraga perairan, kemudian olahraga-olahraga yang mana kita bisa mendulang medali dari sana, kita coba maksimalkan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua II Bidang Prestasi NPCI Kalsel, Sarmidi berharap semangat pembinaan olahraga juga memberikan ruang yang setara bagi atlet disabilitas. Menurutnya, perhatian terhadap pembinaan dibutuhkan untuk mempersiapkan atlet menghadapi agenda olahraga nasional mendatang.
“Harapan ke depan, karena tadi ada menyangkut tentang pembinaan, nah maka kami berharap agar semua atlet, baik yang umum maupun yang disabilitas, itu mendapat perhatian di dalam hal pembinaan ini,” ujarnya.
Ia menyebut atlet olahraga umum akan menghadapi tahapan menuju Pra-PON 2027, sementara atlet NPCI dipersiapkan untuk mengikuti Peparnas 2028. Keberlanjutan pembinaan menjadi salah satu kebutuhan yang perlu diperhatikan pemerintah.
Selain pembinaan atlet, ketersediaan fasilitas olahraga juga menjadi perhatian dalam membangun ekosistem olahraga yang inklusif. NPCI Kalsel berharap fasilitas yang dapat menunjang aktivitas atlet paralimpik terus dikembangkan, termasuk sarana untuk cabang olahraga unggulan.
“Misalnya NPCI ini dalam waktu segera ini mestinya harus sudah ada kolam renang. Karena cabor renang adalah cabor unggulan dari NPCI. Jadi tempat berolahraganya itu harus mendapat perhatian juga,” ucapnya.
Di momentum Haornas ke-43, para atlet juga didorong untuk mempertahankan semangat latihan sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi. Konsistensi latihan dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga peluang meraih prestasi.
“Khusus untuk atlet, kami berharap agar tetap terus meningkatkan motivasi dalam berlatih, dalam mencapai prestasi. Karena tadi untuk mencapai prestasi kan perlu adanya latihan. Jadi semangat berlatih itu harus tetap dipertahankan,” katanya.
Peringatan Haornas ke-43 di Kalsel diharapkan menjadi momentum memperkuat budaya olahraga, baik melalui pembinaan prestasi maupun peningkatan aktivitas masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar!” yang mendorong olahraga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....