Sebanyak 52 Pesilat Pelajar Kalsel Berebut Tiket O2SN Tingkat Nasional
- 03 Jul 2026 10:33 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Cabang Olahraga Pencak Silat Jenjang SMA dan SMK Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, digelar di Gor SKB Mulawarman, Banjarmasin, Kamis, 3 Juli 2026. Sebanyak 52 Pelajar dari 13 Kabupaten/Kota Se-Kalimantan Selatan bertanding untuk memperebutkan tiket menuju tingkat nasional.
Koordinator O2SN Cabang Olahraga Pencak Silat, sekaligus Wakil Ketua Umum II IPSI Kalsel, Tommy Firdaus Bachlevi, mengatakan pada pelaksanaan O2SN tahun ini merupakan gabungan dari jenjang SMA dan SMK. Ajang ini menjadi rangkaian seleksi menuju tingkat nasional yang sebelumnya juga telah digelar di tingkat kabupaten/kota.
“Pada tahun ini untuk O2SN Jenjang Sekolah Akhir kita gabungkan seleksinya ini baik SMA dan SMK. Karena dari juknis pertandingannya yang akan mewakili ke tingkat nasional adalah perwakilan juara terbaik dari hasil tingkat provinsi ini,” ujar Tommy.

Ia menjelaskan pada Ajang O2SN ini ada 2 kategori nomor yang dipertandingkan, yaitu nomor tanding/tarung dan nomor seni jurus tunggal. Menurutnya, peserta yang menang pada ajang O2SN tingkat provinsi ini akan diambil 2 perwakilan yang akan mewakili ke tingkat nasional.
“Selain karena di seni ini ada potensi, di nomor tanding untuk kalsel mempunyai peluang besar untuk bisa merebut medali di tingkat nasional. Jadi nanti yang menjadi wakil ke nasional ada 1 putra 1 putri yang akan bertanding di 2 nomor tersebut,” ucapnya.
Sementara itu, salah seorang peserta dari perwakilan Kota Banjarmasin, Nafiza Anggrayni mengaku sangat antusias mengikuti ajang O2SN tahun ini. Ia juga telah mempersiapkan diri secara maksimal agar bisa memberikan yang terbaik pada ajang tingkat provini tersebut.
“Deg-degan sih, apalagi pas mendekati nomor urut mau dipanggil, cuma karena dukungan dan support teman-teman saya jadi enjoy pas main tadi,” ujarnya.
Ia berharap bisa menjuarai ajang ini dan bisa menjadi wakil kalsel ke tingkat provinsi. Hal ini menjadi misi tersendiri baginya, mengingat di O2SN sebelumnya ia juga berhasil ke tingkat nasional tetapi belum bisa meraih hasil terbaik.

“Tahun sebelumnya pernah ikut sampai nasional, tapi hasilnya belum maksimal. Jadi untuk tahun ini bismillah semoga hasilnya bagus ya ditingkat provinsi dulu nanti kalau lolos ya alhamdulillah,” katanya.
Dalam kesempatan ini, Ketua IPSI Kalimantan Selatan, Supri Muyono turut hadir untuk menyaksikan pertandingan O2SN. Ia menilai ajang ini selain untuk menyeleksi peserta ke tingkat nasional juga menjadi wadah untuk penjaringan atlet/atlet dari usia pelajar.
“Memang kalau dari pemantauan yang kami lihat ini mereka cukup berpotensi yang kedua inilah ajang penjaringan pembibitan bahwa nanti ini disiapkan untuk atlet-atlet kalsel ya yang nanti bisa ikut setelah ini ada POPDA, Kejuaraan dewasa yang berjenjang sampai ke jenjang nasional,” ujarnya.

Supri menegaskan meski ajang ini menjadi ranah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, tetapi sebagai pengurus yang menaungi cabang olahraga pencak silat pihaknya akan terus melakukan pembinaan bagi atlet dari usia muda. Hal ini bentuk komitmen pengprov IPSI Kalimantan Selatan, agar bisa terus mencetak regenerasi atlet pencak silat di Banua.
“Namun bagaimanapun nanti yang mengantarkan pengprov ikut andil disana, harapannya di cabor pencak silat ini kita ada pembinaannya. Supaya kita bisa mewarnai dan memberikan sesuatu yang terbaik prestasi untuk ke nasional,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....