Temuan Tiga Jenazah Perkuat Indikasi Korban Terjebak di KM Virgo
- 19 Sep 2026 08:51 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Tim penyelam TNI AL berhasil mengevakuasi tiga jenazah dari dalam bangkai KM Virgo Transport 8 pada kedalaman sekitar 24 meter di perairan Laut Jawa pada Jumat, 18 September 2026.
- Ketiga korban terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan, dengan satu jenazah diangkat pada pukul 12.28 Wita dan dua korban lainnya pada pukul 13.10 Wita.
- Penemuan jenazah memperkuat indikasi bahwa masih ada penumpang yang terjebak di dalam badan kapal saat insiden terjadi.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Tim penyelam TNI AL mengevakuasi tiga jenazah dari dalam bangkai KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Jumat, 18 September 2026. Penemuan tersebut memperkuat indikasi masih adanya penumpang yang terjebak di dalam badan kapal saat insiden terjadi.
Tiga korban yang ditemukan terdiri atas dua laki-laki dan satu perempuan pada kedalaman sekitar 24 meter di bawah permukaan laut. Satu jenazah laki-laki dievakuasi pada pukul 12.28 Wita, kemudian dua korban lainnya diangkat sekitar pukul 13.10 Wita.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, membenarkan ketiga korban ditemukan di dalam badan kapal. Ia mengatakan proses evakuasi berlangsung lancar dengan dukungan tim penyelam TNI AL yang bertugas di KRI I Gusti Ngurah Rai.
“Rekan-rekan dari penyelam TNI AL yang on board di KRI I Gusti Ngurah Rai tadi siang berhasil mengevakuasi satu korban berjenis kelamin laki-laki dari body kapal,” katanya dalam jumpa pers, Jumat malam. “Kemudian, kembali rekan-rekan berhasil mengevakuasi dua jenazah pada kedalaman yang sama.”
Bramantyo mengatakan kondisi bangkai kapal yang ditemukan penyelam dalam keadaan tertutup. Kondisi tersebut menguatkan dugaan sejumlah penumpang tidak sempat menyelamatkan diri ketika kapal terbalik.
Proses penyelaman juga didukung kondisi cuaca di lokasi pencarian yang relatif baik. Gelombang sekitar satu meter membuat tim dapat kembali melakukan penyelaman setelah pada dua hari sebelumnya menghadapi kendala arus yang lebih deras.
“Beberapa hari lalu, pada hari kedua dan ketiga mungkin kita agak berat,” ujar Bramantyo. “Pada hari ini kita bisa turun dibantu oleh rekan-rekan penyelam Angkatan Laut.”
Temuan tersebut sejalan dengan kesaksian salah satu korban selamat, Ahmad, yang memperkirakan masih terdapat penumpang di dalam kamar kapal saat musibah terjadi. Menurutnya, posisi kapal yang miring dan kemudian terbalik dengan cepat membuat orang di dalam ruangan kesulitan keluar.
“Yang keluar dan selamat ini kayanya banyak sopir atau laki-laki saja. Kalau yang di kamar-kamar itu kayanya belum bisa keluar,” ucap Ahmad.
Selain kamar penumpang, ruang VIP juga diperkirakan menjadi salah satu bagian yang sulit diakses saat kondisi darurat. Akses menggunakan kartu elektronik dan padamnya aliran listrik disebut dapat menyulitkan proses keluar dari ruangan tersebut.
Seluruh jenazah yang berhasil dievakuasi dari lokasi kemudian tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin sekitar pukul 23.00 Wita, Jumat malam. Para korban selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Banjarmasin untuk menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri.
Penemuan tiga korban tersebut menambah jumlah korban meninggal dunia yang telah dievakuasi menjadi sembilan orang. Sementara itu, total korban selamat dan meninggal dunia yang telah dievakuasi ke Banjarmasin mencapai 117 orang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....