PT Virgo Karya Jelaskan Kendala Evakuasi KM Virgo Transport 8

  • 18 Sep 2026 19:39 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • PT Virgo Karya Shipping mengalami sejumlah kendala dalam proses evakuasi korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa.
  • Perusahaan telah membentuk posko untuk menerima pengaduan dari keluarga korban dan memberikan informasi berdasarkan data yang diterima.
  • Terdapat keterbatasan informasi akibat perbedaan waktu penerimaan data antara PT Virgo Karya Shipping dan Basarnas, meskipun kedua pihak terus berkoordinasi untuk memaksimalkan penanganan.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - PT Virgo Karya Shipping menjelaskan sejumlah kendala dalam upaya evakuasi korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa. Juru Bicara Pemilik PT Virgo Karya, Simson Rihi, mengatakan perusahaan terus berkoordinasi dengan Basarnas untuk memastikan proses penanganan berjalan maksimal.

“Posko yang dibentuk perusahaan menjadi wadah untuk menerima pengaduan dari keluarga korban dan memberikan informasi sesuai data yang diterima,” ujarnya. “Terdapat keterbatasan informasi karena adanya perbedaan waktu penerimaan informasi antara perusahaan dan Basarnas.”

Menurut Simson, rencana penyelaman pada hari pertama evakuasi terkendala kondisi bawah laut. Lumpur yang muncul akibat pergerakan kapal membuat jarak pandang penyelam diperkirakan tidak lebih dari satu meter, ditambah arus bawah laut yang mencapai 17 knot.

“Penyelaman juga belum memungkinkan dilakukan karena masih terdapat bagian kapal yang berada di atas permukaan,” ucapnya. “Selain itu, terdapat potensi keberadaan oksigen di dalam kapal yang dapat menimbulkan risiko bagi penyelam.”

Setelah dilakukan observasi, posisi kapal kini berada sekitar tiga hingga empat meter di bawah permukaan laut dan dalam kondisi kandas. Kondisi tersebut dinilai lebih mendukung rencana penyelamatan karena diharapkan kapal tidak kembali bergeser.

“Kami bersama tenaga ahli telah menyiapkan rencana pengangkatan badan kapal dengan mempertimbangkan aspek teknis dan keselamatan,” katanya. “Pemasangan tali dan balon pengangkat akan dilakukan oleh tenaga ahli dengan tetap memperhatikan potensi keluarnya material dari kapal.”

Simson menegaskan perusahaan terus berupaya melakukan evakuasi secepatnya. Pihaknya juga berharap masih terdapat korban yang dapat ditemukan dalam kondisi selamat serta cuaca mendukung proses pengangkatan kapal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....