Lima Hari Menanti, Tangis Keluarga Korban KM Virgo Pecah
- 17 Sep 2026 17:28 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pelabuhan Trisakti Banjarmasin masih dipadati sejumlah keluarga korban pada hari kelima operasi SAR pencarian KM Virgo Transport 8, Kamis, 17 September 2026. Isak tangis mewarnai wajah para penunggu posko yang hingga kini belum mendapatkan kepastian nasib sanak saudaranya.
Duka mendalam dirasakan oleh salah seorang keluarga korban, Husnul, yang kehilangan kontak dengan delapan anggota keluarganya sekaligus. Rombongan keluarganya terdiri atas tiga saudara kandung, satu kakak ipar, keponakan beserta istri, hingga kedua mertua keponakannya.
Selama lima hari bertahan di pelabuhan, Husnul menyayangkan sikap pengelola KM Virgo Transport 8 yang dinilai tidak proaktif untuk mendampingi warga. Ia berharap proses pencarian dan evakuasi dapat terus dipercepat oleh tim SAR gabungan.
"Delapan keluarga kami yang tidak selamat. Sampai sekarang tidak ada kabarnya," kata Husnul.
Husnul mengaku belum menerima titik terang sedikit pun mengenai keberadaan seluruh sanak saudaranya sejak hari pertama musibah terjadi. Kendati demikian, ia bersama keluarga besar memilih tetap setia menunggu perkembangan data di pelabuhan.
"Kami hanya minta penanganannya dipercepat. Kalaupun ada prosedurnya, tolong memang diikuti prosedurnya," ujarnya penuh harap.
Hingga Kamis sore, akumulasi data korban yang berhasil dievakuasi ke Banjarmasin masih tercatat sebanyak 114 orang dari total 243 penumpang. Jumlah tersebut mencakup 108 korban selamat dan 6 korban meninggal dunia, sementara 129 orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Di sisi lain, guna mencari korban yang belum ditemukan, Basarnas menyiapkan opsi skema salvage atau pembalikan badan kapal. Langkah darurat ini ditempuh apabila pencarian penyelaman bawah air terkendala cuaca buruk serta arus laut yang kuat.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menjelaskan bahwa pembalikan kapal bertujuan membuka akses bagi tim SAR menyisir bagian dalam bangkai kapal. Setelah seluruh proses evakuasi tuntas, badan kapal baru diserahkan kepada tim ahli untuk kepentingan investigasi.
“Kita ingin membalikkan kondisi kapal ini dan kita akan laksanakan pencarian di dalam kapal tersebut. Setelah pencarian dan evakuasi dinyatakan selesai, kapal selanjutnya akan ditangani untuk kepentingan investigasi,” katanya dalam jumpa pers pada Rabu, 16 September 2026.
Basarnas turut mendatangkan tim ahli dari dalam dan luar negeri untuk mematangkan serta mengkaji opsi salvage tersebut secara mendalam. Sebagian personel ahli telah tiba di lokasi kejadian, sedangkan sisanya dijadwalkan merapat pada hari ini.
Tim ahli tersebut akan difasilitasi pemantauan udara untuk menilai kondisi fisik bangkai kapal serta kondisi perairan. Hasil penilaian teknis akan dibahas dalam rapat koordinasi guna menentukan kebutuhan sarana pendukung dalam opsi pembalikan kapal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....