Memasuki Hari Kelima, Tim SAR Cari 129 Korban KM Virgo Transport 8

  • 17 Sep 2026 12:06 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa memasuki hari kelima, Kamis, 17 September 2026. Upaya penyisiran terus diintensifkan dengan melibatkan personel gabungan dari instansi pemerintah, TNI-Polri, serta potensi SAR lainnya.

Kepala Kantor SAR Banjarmasin selaku SAR Mission Coordinator, I Putu Sudayana, menyampaikan strategi pencarian hari kelima yang dibagi menjadi dua sektor utama, yakni udara dan laut. Unsur udara memanfaatkan helikopter Basarnas, Polri, dan TNI AL untuk memantau area seluas kurang lebih 1.489 nautical mile.

"Unsur udara khususnya Helikopter Basarnas HR-3601 diberangkatkan pada pukul 10.00 WITA. Jadi akan mengover area-area yang dekat dengan lokasi kejadian," katanya dalam keterangan resmi.

Penerbangan helikopter Basarnas tersebut juga ditujukan untuk memantau langsung perencanaan pengangkatan bangkai kapal. Helikopter ini direncanakan membawa rombongan Kepala Basarnas, Wakil Menteri Perhubungan, serta tim ahli terkait.

"Unsur ini nantinya akan melakukan survei melalui udara. Sekaligus, juga melakukan pencarian terhadap adanya kemungkinan-kemungkinan korban KM Virgo," ujar I Putu menerangkan.

Sementara itu, armada laut menyisir empat sektor utama dengan total luas area mencapai 5.600 nautical mile persegi. Luas jangkauan pencarian laut ini diperlebar melebihi area operasi hari sebelumnya sesuai petunjuk SAR Map dari Basarnas Command Center.

I Putu menerangkan bahwa penyisiran difokuskan mengarah dari tenggara ke barat laut. Pembagian wilayah kerja dibagi menjadi enam sektor, di mana setiap sektor dengan luas 1.400 nautical mile akan ditangani oleh dua unit alutsista.

"Masing-masing alut akan mengover 700 nautical mile persegi. Diharapkan coverage area masing-masing alut lebih tinggi dalam hal penyelamatan dan pencarian," ucapnya menjelaskan.

Tim gabungan pun terus memantau posisi bangkai kapal yang secara visual sudah tidak terlihat lagi di permukaan laut. Deteksi sonar aktif milik TNI AL menemukan objek kapal telah bergeser sejauh 500 yard ke arah tenggara pada koordinat 04°31,667' S - 114°00,245' T.

Selain pergeseran bangkai kapal, tim di lapangan pada hari sebelumnya juga menemukan satu unit life raft atau sekoci penolong di perairan Kuala Pembuang, Kalimantan Tengah. Temuan tersebut menjadi petunjuk penting bagi perluasan arah penyisiran korban di laut.

Meskipun dihadapkan pada dinamika cuaca laut yang berubah cepat, kondisi gelombang setinggi 1 hingga 1,5 meter saat ini masih tergolong aman untuk pencarian. Basarnas memastikan seluruh alutsista kapal perang, pesawat, dan helikopter akan terus bergerak memaksimalkan evakuasi.

Hingga saat ini, akumulasi data korban yang berhasil ditemukan dan dievakuasi ke Banjarmasin tercatat sebanyak 114 orang dari total 243 penumpang. Jumlah tersebut mencakup 108 korban selamat serta 6 korban meninggal dunia, sementara 129 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....