Pencarian Hari Keempat Nihil Tambahan Korban Musibah KM Virgo Transport 8
- 17 Sep 2026 08:24 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Operasi pencarian korban musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 pada hari keempat, Rabu, 16 September 2026, belum membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan masih belum berhasil menemukan tambahan korban baru, baik di permukaan maupun di bawah laut.
Upaya penyisiran semula dirancang melalui dua skema, yakni pencarian permukaan dan penyelaman bawah air. Namun, kencangnya arus bawah laut di lokasi kejadian masih menjadi tantangan utama yang menghambat pergerakan tim SAR di area pencarian.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengonfirmasi bahwa kendala teknis tersebut membuat penyelaman bawah air belum bisa dilaksanakan secara maksimal. Hal itu disampaikannya dalam konferensi pers pada Rabu malam.
"Hari ini, hari keempat kita belum mendapatkan korban yang baru untuk bisa kita evakuasi. Beberapa kendala kita hadapi, terutama untuk operasi underwater yang belum maksimal bisa kita laksanakan," ujarnya.
Kecepatan arus laut di lokasi pencarian dilaporkan berkisar antara 6 hingga hampir 7 knot. Angka tersebut jauh melampaui batas aman maksimal penyelaman yang direkomendasikan berada di bawah 1,5 knot.
Demi keselamatan personel, tim penyelam yang sempat diterjunkan ke titik lokasi akhirnya ditarik kembali ke atas armada. Danlanal Banjarmasin, Letkol Laut (P) Galih Nurna Putra, menyebut TNI AL telah mengerahkan dua tim khusus dari Kopaska dan Koppeba.
"Dua tim penyelam dari TNI AL mencoba semaksimal mungkin untuk melakukan penyelaman bawah air. Namun, arus di dalam air mencapai 6,8 knot yang tidak mudah untuk melaksanakan penyelaman," kata Galih.
Selain faktor arus, posisi bangkai KM Virgo Transport 8 dilaporkan terus bergeser sekitar 450 meter dari titik datum awal. Kedalaman posisi kapal juga makin merosot, dari sebelumnya mengapung pada kedalaman 21 meter kini tenggelam hingga kedalaman 29 meter.
Perubahan posisi tersebut memaksa tim menyusun ulang perencanaan penyelaman serta mengumpulkan data analisis kondisi bawah air. Sebelum penyelam diturunkan kembali, observasi lapangan harus dicocokkan terlebih dahulu dengan peta data teknis kapal.
Sebagai langkah alternatif, Basarnas mulai menyiapkan opsi membalikkan posisi kapal atau salvage. Skema ini dirancang guna membuka akses masuk bagi tim evakuasi untuk menyisir korban yang diduga masih terjebak di dalam bangkai kapal.
Sementara itu, dengan tidak bertambahnya korban yang dievakuasi, akumulasi data korban yang berhasil ditemukan dan dievakuasi ke Banjarmasin masih bertahan sebanyak 114 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 108 korban selamat serta 6 korban meninggal dunia, sementara 129 penumpang lainnya masih terus dicari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....