Kondisi Laut dan Cuaca Jadi Pertimbangan Operasi Bawah Air KM Virgo

  • 15 Sep 2026 20:46 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Basarnas menyiapkan operasi bawah air untuk pencarian KM Virgo Transport 8, dengan tiga tim penyelam dan dukungan kapal berperalatan khusus.
  • Kondisi laut menjadi pertimbangan utama sebelum penyelaman dilakukan, terutama tinggi gelombang, arus, dan jarak pandang.
  • Basarnas menyiapkan alternatif penanganan apabila penyelaman belum memungkinkan, termasuk salvage, pembalikan posisi kapal, dan penarikan kapal.

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Basarnas tetap mempersiapkan operasi pencarian bawah air dalam penanganan kecelakaan KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa. Pelaksanaan operasi masih bergantung pada kondisi cuaca dan situasi di bawah laut lokasi kejadian, Selasa, 15 September 2026.

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan operasi dilakukan dengan memaksimalkan kekuatan unsur udara, laut, dan darat. Pencarian di permukaan laut tetap difokuskan, sementara operasi bawah air disiapkan sebagai bagian dari tahapan pencarian.

“Tiga tim telah disiapkan untuk mendukung pelaksanaan penyelaman,” ujarnya. “Sejumlah kapal dengan kemampuan pemeriksaan bawah laut juga berada di lokasi, termasuk kapal TNI Angkatan Laut dari Pushidros yang dilengkapi ROV dan multibeam echo sounder.”

Peralatan tersebut memungkinkan tim melakukan pengamatan terhadap kondisi di bawah permukaan laut. Kemampuan teknis peralatan dan personel tetap disesuaikan dengan situasi di lapangan.

“Penyelam memiliki kemampuan bekerja di kedalaman lebih dari 150 meter dengan dukungan peralatan yang tersedia,” ucapnya. “Akan tetapi, tinggi gelombang, kecepatan arus, arus bawah laut, hingga jarak pandang adalah faktor utama yang dapat membatasi penyelaman.”

Kondisi perairan Laut Jawa yang cenderung keruh juga menjadi tantangan bagi tim. Operasi bawah air akan dilaksanakan setelah kondisi dinilai aman dan seluruh persyaratan teknis terpenuhi.

“Jika operasi bawah air tidak dapat dilakukan, kami menyiapkan alternatif penanganan bersama pihak yang memiliki kemampuan teknis,” katanya. “Kajian ini mencakup kemungkinan tindakan salvage, pembalikan posisi kapal, hingga opsi penarikan kapal dari lokasi kecelakaan.”

Basarnas memastikan pencarian korban tetap dilakukan melalui penyisiran di permukaan laut. Operasi bawah air akan dilaksanakan setelah kondisi cuaca, perairan, dan aspek keselamatan personel dinilai memenuhi persyaratan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....