Mobil Hias Kalsel Bawa Pesan Al-Qur’an dan Budaya Banua di Pawai MTQ Nasional
- 12 Sep 2026 16:21 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarbaru - Kafilah Kalimantan Selatan membawa wajah budaya Banua ke tengah kemeriahan Pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 12 September 2026. Melalui sebuah mobil hias, Kalsel mengangkat tema “Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Budaya Banua”.
Konsep tersebut memadukan simbol-simbol keislaman dengan sejumlah ikon yang lekat dengan kehidupan masyarakat Kalimantan Selatan. Al-Qur’an menjadi elemen utama dalam desain mobil hias. Simbol tersebut menggambarkan Al-Qur’an sebagai sumber petunjuk sekaligus cahaya dalam membentuk generasi yang beriman, berilmu dan berakhlak.
Pesan itu kemudian dipadukan dengan budaya Banua. Ornamen jukung dan Pasar Terapung ditampilkan untuk menggambarkan kehidupan masyarakat Kalsel yang sejak lama memiliki keterikatan kuat dengan sungai.
Jukung tidak hanya menjadi simbol kehidupan masyarakat sungai, tetapi juga menggambarkan ketangguhan dan kearifan lokal. Sementara Pasar Terapung merepresentasikan interaksi sosial masyarakat Banua yang menjunjung kebersamaan, keramahan dan kejujuran.
Identitas budaya Kalsel juga diperkuat dengan kehadiran Kain Sasirangan. Motif kain khas Banua tersebut menjadi simbol keberagaman yang tetap dapat berjalan dalam satu harmoni.
Di bagian lainnya, Masjid Raya Sabilal Muhtadin ditampilkan sebagai gambaran pusat pembinaan umat, pendidikan dan dakwah. Sedangkan sepasang pengantin dengan pakaian adat Banjar menjadi simbol keluarga sekaligus keberlanjutan generasi.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, H. Fahrurrazi, mengatakan konsep mobil hias tersebut sengaja dirancang bukan sekadar untuk memperlihatkan kemeriahan pawai. Menurutnya, setiap ornamen membawa pesan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Banua.
“Melalui mobil hias ini, kita ingin menunjukkan bahwa nilai-nilai Al-Qur’an dapat berjalan harmonis dengan budaya dan kearifan lokal Banua. Al-Qur’an menjadi cahaya yang menuntun kehidupan, sementara budaya menjadi identitas yang terus kita jaga dan lestarikan,” ujarnya.
Ia menyebut Al-Qur’an, masjid, keluarga, jukung, Pasar Terapung hingga Sasirangan dirangkai dalam satu gambaran utuh tentang masyarakat Kalimantan Selatan.
“Ini bukan sekadar tampilan visual, tetapi juga membawa pesan tentang kehidupan masyarakat Kalsel yang beriman, berbudaya, menjunjung kebersamaan, serta berkomitmen melahirkan generasi Qur’ani,” katanya.
Pawai Ta’aruf MTQ Nasional XXXI sendiri dimulai dari Balai Kota Semarang di Jalan Pemuda dan berakhir di Kantor Gubernur Jawa Tengah di Jalan Pahlawan. Keikutsertaan Kalsel dalam pawai tersebut sekaligus menjadi kesempatan memperkenalkan kekayaan budaya Banua kepada peserta dan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
Di balik warna-warni mobil hias, Kalsel membawa pesan bahwa Al-Qur’an tidak berhenti pada bacaan dan perlombaan. Nilai-nilainya diharapkan hadir dalam keluarga, kehidupan bermasyarakat, hingga upaya menjaga budaya dan jati diri daerah.
Semangat itu sejalan dengan tema MTQ Nasional XXXI, “Menggali Al-Qur’an, Mewujudkan Generasi Qur’ani”, serta moto Kalsel, “Banua Berakhlak, Kalsel Berkah".

Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....