Pemerintah Pusat Turun Tinjau Karhutla di Kalsel

  • 22 Agt 2026 15:48 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Pemerintah pusat turun langsung meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan, di tengah meningkatnya perhatian terhadap kondisi karhutla dan kabut asap di sejumlah wilayah. Peninjauan dilakukan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali bersama Gubernur Kalsel Muhidin, BNPB, Polri dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel, Sabtu 22 Agustus siang.

Rombongan melihat secara langsung kondisi karhutla sekaligus memastikan langkah penanganan di lapangan berjalan dengan baik Usai melakukan peninjauan, Kasal menilai kondisi karhutla di Kalsel masih dapat ditangani.

Menurutnya, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, BNPB, dan seluruh unsur terkait menjadi faktor penting dalam pengendalian karhutla. “Alhamdulillah, Kalsel tidak terlalu parah. Anginnya angin laut, jadi asap cepat pergi. Ini semua bisa ditangani dan hasilnya bagus,” kata Muhammad Ali.

Ia juga menanggapi informasi yang beredar di media sosial mengenai kondisi Kalimantan yang disebut dipenuhi asap tebal akibat karhutla. Menurutnya, kondisi yang terlihat secara langsung di lapangan tidak separah seperti gambaran yang sempat viral.

“Memang sempat viral, tapi kita datang di sini tidak parah. Ini berkat sinergi bersama,” ujarnya.

Muhammad Ali memastikan dukungan pemerintah pusat untuk penanganan karhutla tetap tersedia. Dukungan tersebut antara lain berupa pesawat udara serta personel dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sementara itu, Gubernur Kalsel H. Muhidin menyambut baik peninjauan yang dilakukan pemerintah pusat. Ia menilai kedatangan rombongan menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi karhutla di daerah.

Muhidin juga mengungkapkan bahwa Presiden sebelumnya direncanakan datang ke Kalsel. Namun, rencana tersebut batal setelah pihaknya melaporkan kondisi karhutla sudah tidak terlalu parah.

“Presiden tidak jadi datang, karena kami laporkan tidak parah. Heli pun tidak ada hari ini menyiram. Berarti kan tidak parah lagi,” ujar Muhidin.

Meski kondisi karhutla dinilai mulai terkendali, pemerintah daerah tetap meminta masyarakat tidak lengah. Warga diminta tidak melakukan pembakaran lahan yang berpotensi memicu munculnya titik api baru.

“Ya kita berdoa semoga seperti ini terus. Masyarakat diminta jangan membakar,” tutup Muhidin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....