PBNU Perkuat 20 Pesantren di Kalsel Wujudkan Pesantren Aman

  • 11 Agt 2026 18:19 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendorong penguatan sistem keamanan kepada sebanyak 20 pondok pesantren yang ada di Kalsel. Dalam hal ini melalui Gerakan Nasional Pesantrenku Aman yang berlangsung di Pondok Pesantren Darul Ilmi, Banjarbaru, Selasa 11 Agustus 2026.

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengatakan, penguatan dilakukan melalui konsolidasi antar pesantren untuk menyusun standar keamanan, memetakan kebutuhan. Selain itu juga untuk membangun pola kerja sama dan pendampingan dalam mewujudkan lingkungan pesantren yang aman.

Konsolidasi ini menjadi bagian dari rangkaian program NU yang telah berjalan sejak awal tahun dalam memperkuat sinergi antar pesantren. Menurutnya, setiap pesantren memiliki kebutuhan keamanan yang berbeda sehingga perlu dilakukan identifikasi secara bersama sebelum menentukan langkah tindak lanjut.

“Di situ dibicarakan tentang standar keamanannya apa saja, apa kebutuhan-kebutuhan yang ada dan diidentifikasi, kemudian bagaimana kita bisa melakukan kerja sama antar-pesantren untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan itu,” katanya.

Gus Yahya menyebut keikutsertaan 20 pesantren dalam konsolidasi tersebut merupakan tahap awal untuk mempertemukan berbagai kebutuhan sekaligus mencari pola kerja sama yang dapat diterapkan.

“Alhamdulillah hari ini ada 20 pesantren yang ikut serta dalam kegiatan di PBNU ini. Mudah-mudahan ini sebagai langkah awal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hasil identifikasi kebutuhan nantinya akan ditindaklanjuti melalui program pendampingan yang melibatkan PBNU bersama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU). Pendampingan akan dilakukan secara berjenjang melalui struktur organisasi NU, mulai dari tingkat PBNU hingga cabang, sehingga kebutuhan masing-masing pesantren dapat ditangani sesuai hasil konsolidasi.

Gus Yahya menilai kolaborasi antar pesantren menjadi bagian penting dalam membangun Pesantren Aman. Melalui kerja sama tersebut, pesantren dapat saling berbagi pengalaman, pengetahuan, maupun dukungan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Sementara, Pemprov Kalsel menyambut baik Gerakan Nasional Pesantrenku Aman, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kalsel Fahrurazi, mengatakan para orang tua yang memiliki anak di pondok pesantren agar tidak khawatir dengan adanya kasus yang melibatkan oknum tertentu.

Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari dinamika yang perlu disikapi bersama melalui penguatan sistem keamanan dan perlindungan di lingkungan pesantren, sehingga ke depan pesantren dapat menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi para santri.

"Kami menyambut baik adanya gerakan Pesantren Aman ya. Jadi para orang tua tidak perlu khawatir dengan adanya kasus yang melibatkan oknum tertentu. Tentu be Akhlakul Karimah," ucapnya.

PBNU berharap konsolidasi di Kalimantan Selatan menjadi pijakan awal bagi program lanjutan yang melibatkan lebih banyak pesantren, sekaligus memastikan gerakan Pesantren Aman dapat berjalan secara berkelanjutan di lingkungan Nahdlatul Ulama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....