Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog Kalsel, Stok Beras Daerah Dipastikan Aman

  • 03 Jul 2026 13:48 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), meresmikan revitalisasi gudang Perum Bulog Kalimantan Selatan berkapasitas 3.500 ton di kawasan Landasan Ulin, Banjarbaru, Jumat 3 Juli 2026. Peresmian ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sistem logistik dan cadangan pangan nasional sekaligus memastikan kesiapan stok beras pemerintah di daerah.

Dalam kunjungan kerja Komisi IV DPR RI tersebut, Titiek didampingi Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog), Letjen TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani. Rombongan meninjau langsung kondisi gudang, kualitas Cadangan Beras Pemerintah (CBP), serta sistem pengelolaan stok yang diterapkan Bulog Kalimantan Selatan.

Hasil peninjauan menunjukkan pengelolaan stok beras di Bulog Kalsel berjalan baik. Perputaran stok dinilai sehat dengan usia penyimpanan maksimal empat bulan, lebih singkat dari batas enam bulan yang ditetapkan untuk menjaga kualitas beras.

"Kami telah mencanangkan agar Bulog tidak menyimpan beras lebih dari enam bulan. Alhamdulillah, di Kalsel usia beras paling lama hanya empat bulan. Ini menunjukkan perputaran stok berjalan dengan baik," kata Titiek Soeharto.

Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan penyerapan hasil panen petani hingga distribusi kepada masyarakat berlangsung efektir. Sehingga kualitas beras tetap terjaga dan pasokan pangan daerah tetap aman.

Titiek juga mengapresiasi kinerja Perum Bulog Kalimantan Selatan yang dinilai mampu menjaga kecukupan stok. Sekaligus kualitas Cadangan Beras Pemerintah di tengah meningkatnya kebutuhan pangan nasional.

Ia menambahkan, revitalisasi gudang menjadi langkah strategis karena sebagian besar fasilitas penyimpanan Bulog telah berusia puluhan tahun. Gudang Bulog Landasan Ulin menjadi salah satu dari 81 gudang di Indonesia yang direvitalisasi secara bertahap untuk meningkatkan kapasitas penyimpanan dan kualitas pengelolaan beras.

"Mudah-mudahan dengan adanya revitalisasi ini, gudang dapat menampung beras lebih banyak lagi dan kualitasnya tetap terjaga dengan baik," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog), Letjen TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, dalam sambutannya menyampaikan hingga 2 Juli 2026 stok beras Bulog secara nasional mencapai 5,18 juta ton, menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Bulog. Dari jumlah tersebut, stok yang tersimpan di Kanwil Bulog Kalimantan Selatan mencapai 22.317 ton, sehingga dinilai sangat aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Secara nasional, kapasitas gudang Bulog mencapai 6,36 juta ton dengan sisa ruang penyimpanan sekitar 1,18 juta ton. Adapun di Kalimantan Selatan, kapasitas yang masih tersedia mencapai 19.684 ton, sehingga masih memungkinkan untuk menyerap hasil panen petani pada musim berikutnya.

Ramdhani juga mengungkapkan realisasi pengadaan beras nasional telah mencapai 3,26 juta ton atau 81,65 persen dari target 4 juta ton pada 2026. Di Kalimantan Selatan, Bulog telah menyerap 8.948 ton beras dan 123 ton jagung, serta optimistis target pengadaan tahun ini dapat tercapai bahkan terlampaui.

Di sisi penyaluran, Bulog terus memastikan Cadangan Beras Pemerintah hadir untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan. Penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kalimantan Selatan telah mencapai 8.428 ton atau 74,81 persen dari total penugasan.

Sementara itu, penyaluran Bantuan Pangan Beras di Kalimantan Selatan telah terealisasi 100 persen, dengan volume 7.241 ton yang disalurkan kepada 362.076 Penerima Bantuan Pangan (PBP). Capaian tersebut menjadi bagian dari komitmen Bulog dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap beras yang cukup dan berkualitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....