KRI Hiu-634 Kawal Ekspedisi Rupiah Wilayah 3T Kalsel

  • 06 Agt 2025 11:19 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin: KRI Hiu-634 kembali mengemban tugas strategis dalam menjaga kedaulatan ekonomi bangsa. Mulai 6 hingga 12 Agustus 2025, kapal perang TNI AL tersebut mengawal distribusi uang rupiah dalam program Ekspedisi Rupiah Berdaulat yang digelar Bank Indonesia (BI) ke sejumlah daerah terluar, terdepan, dan terpencil (3T) di Kalimantan Selatan.

Pelepasa Ekpedisi dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Kalsel dan Jajaran Forkopimda Kalsel, di pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Rabu (6/8/2025). Adapun wilayah sasaran misi ini meliputi Pulau Matasiri, Marabatuan, Kerayaan, Kerasian, serta Pulau Laut Timur.

Melalui program ini, BI bersama TNI AL menyalurkan uang rupiah yang layak edar. Sekaligus menarik rupiah lusuh, rusak, maupun yang sudah tidak berlaku dari peredaran.

Komandan Lanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Ahmad Ahsan menyampaikan, misi ini tidak hanya memastikan kemanan misi ketersediaan uang rupiah di pelosok. Tetapi juga menjadi bagian dari penguatan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“KRI Hiu bukan hanya menjaga distribusi rupiah, tapi juga berperan sebagai penjaga kedaulatan laut dan simbol kehadiran negara di wilayah perbatasan,” kata Danlanal.

Sementara Gubernur Kalsel mengapresiasi kegiatan ini. Gubernur juga berniat akan mengakak SKPD terkait untuk ikut dalam misi ini sekaligus menemui langsung masyarakat diwilayah 3T. "Sangat bagus misi ini. Kalau tahun depan ada lagi. Saya ingun mengajak SKPD juga untuk ikut melihat dan bertemu masyarakat langsung disana," ujarnya.

KRI Hiu-634 merupakan kapal perang yang dilengkapi dengan persenjataan modern dan kemampuan patroli laut jarak jauh. Kehadiran kapal ini memastikan proses distribusi uang berlangsung aman, sekaligus mempertegas komitmen negara dalam memberikan pelayanan ekonomi kepada seluruh masyarakat, termasuk di wilayah terpencil.

Program Ekspedisi Rupiah Berdaulat rutin digelar setiap tahun oleh Bank Indonesia Kalsel, bekerja sama dengan TNI AL. Ini sebagai upaya memperkuat peredaran rupiah di daerah 3T dan mencegah masuknya mata uang asing dalam transaksi masyarakat perbatasan.

Tahun ini BI Kalsel menyiapkan RP 6,5 miliar uang baru untuk misi ekpedisi rupiah di lima pulau tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....