Lempeng Khas Banjar, Kuliner Tradisional yang Tak Lekang Zaman

  • 23 Agt 2026 09:13 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Lempeng khas Banjarmasin, kue tradisional berbahan tepung beras dan santan, masih mempertahankan eksistensinya di tengah perkembangan kuliner modern.
  • Penjual lempeng di kawasan Antasari Banjarmasin bernama Wahyudi telah menjalankan usaha ini selama lebih dari 10 tahun dengan konsistensi.
  • Cita rasa khas menjadi faktor utama yang membuat lempeng tetap memiliki penggemar dan diminati masyarakat Banua hingga saat ini.

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Di tengah berkembangnya berbagai makanan modern dan kuliner kekinian, lempeng khas Banjarmasin masih mampu mempertahankan eksistensinya. Kue tradisional berbahan tepung beras dan santan tersebut tetap diminati masyarakat, khususnya warga Banua.

Salah satu penjual lempeng di kawasan Antasari Banjarmasin, Wahyudi, mengaku telah menjalankan usaha tersebut selama lebih dari 10 tahun. Menurutnya, cita rasa khas menjadi salah satu alasan lempeng masih memiliki penggemar hingga kini.

“Rasanya gurih dan ada manis alami dari santan. Sampai sekarang pembelinya masih ada,” ujar Wahyudi, Minggu, 23 Agustus 2026.

Dalam proses pembuatannya, Wahyudi masih mempertahankan cara tradisional. Lempeng dibuat menggunakan cetakan besi dan dipanggang dengan api kecil untuk menghasilkan tekstur yang lembut serta aroma yang harum.

Setiap hari, Wahyudi dapat menghabiskan sekitar lima kilogram adonan lempeng. Harga yang relatif terjangkau juga menjadi salah satu faktor makanan tradisional tersebut tetap diminati berbagai kalangan.

Salah satu pembeli, Iqbal, warga KM 6 Banjarmasin, mengaku cukup sering membeli lempeng karena rasanya sesuai dengan selera. Selain itu, harga yang terjangkau juga menjadi alasan dirinya memilih makanan tradisional tersebut.

“Sering membeli karena rasanya sesuai lidah. Harganya juga sesuai kantong,” kata Iqbal.

Menurut Wahyudi, peminat lempeng tidak hanya berasal dari kalangan orang tua, tetapi juga generasi muda. Ia berharap lempeng sebagai salah satu kuliner khas Banjar dapat terus dipertahankan sehingga generasi berikutnya tetap mengenal dan mencintai makanan tradisional daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....