Daun Lembayung, Sayuran Tradisional Masih Diminati
- 27 Mar 2026 15:15 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Tanah Laut – Daun lembayung atau dalam bahasa Jawa dikenal sebagai mbayung merupakan salah satu kekayaan pangan tradisional yang masih digemari masyarakat di berbagai daerah. Meski tergolong sayuran tradisional, keberadaannya tetap dicari untuk berbagai olahan masakan, terutama di wilayah pedesaan.
Di kawasan Pelaihari, Tanah Laut, daun lembayung masih mudah dijumpai di sejumlah pasar tradisional sebagai bahan hidangan rumahan. Sayuran ini dikenal memiliki rasa segar dengan tekstur khas saat dimasak.
Mirah, salah seorang penjual daun lembayung, menyampaikan bahwa sayuran ini dikenal memiliki rasa segar dan tekstur khas saat dimasak. Ia menjelaskan, daun lembayung umumnya berasal dari daun kacang panjang yang masih muda, karena daun yang tua cenderung lebih kasar atau dalam bahasa Jawa disebut kasap.
“Tidak setiap hari saya menjual daun mbayung ini. Dalam seminggu hanya sekali, sekitar 20 hingga 25 ikat, dengan harga Rp2.000 per ikat,” ujarnya, Jumat, 27 Maret 2026. “Umumnya memang masyarakat Jawa yang gemar mengolah daun mbayung ini.”
Mirah juga menuturkan, sebagian masyarakat lebih mengenal kacang panjang dari bijinya, padahal daunnya juga dapat dimanfaatkan sebagai sayuran praktis dengan beragam olahan. Selain mudah ditanam, tanaman kacang panjang juga cepat tumbuh sehingga berpotensi menjadi sumber pangan sederhana yang bernilai gizi.
“Biasanya diolah menjadi sayur lodeh, urap, bobor, atau pecel,” kata Mirah. “Bahkan direbus lalu dimakan dengan sambal saja sudah nikmat.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....