Permintaan Meningkat, Harga Lontong Melonjak di Pasar Bauntung

  • 19 Mar 2026 09:42 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Menjelang Hari Raya Idulfitri, harga sejumlah kebutuhan pangan mengalami kenaikan signifikan akibat meningkatnya permintaan masyarakat. Salah satunya adalah lontong yang kini dijual lebih mahal di Pasar Bauntung Banjarbaru, Kamis 19 Maret 2026.

Kenaikan harga kebutuhan pokok menjadi fenomena yang kerap terjadi menjelang Idulfitri. Lonjakan permintaan masyarakat untuk berbagai keperluan hidangan lebaran menjadi salah satu faktor utama pemicu naiknya harga di pasaran.

Di Pasar Bauntung Banjarbaru, harga lontong mengalami kenaikan cukup tajam. Jika sebelumnya dijual dengan harga sekitar Rp2.500 per biji, kini harganya mencapai Rp4.000 hingga Rp6.000 per biji.

Sejumlah pedagang mengaku terpaksa menaikkan harga jual karena biaya produksi yang ikut meningkat. Mulai dari harga beras hingga bahan pembungkus.

“Memang kami terpaksa menaikkan harga, karena harga bahan baku juga naik. Permintaan juga tinggi sekali menjelang lebaran, jadi mau tidak mau ikut menyesuaikan,” ujar Niah salah satu pedagang lontong di Pasar Bauntung.

Pedagang lainnya,Inur, juga menyebutkan bahwa lonjakan permintaan membuat produksi meningkat, sehingga membutuhkan biaya tambahan. “Setiap hari produksi lebih banyak dari biasanya. Tenaga dan bahan juga bertambah, jadi harga jual ikut naik,” ucap Inur,

Sementara itu, para pembeli mengaku tetap membeli lontong meski harganya naik cukup signifikan. Karena menjadi pelengkap hidangan khas saat Idulfitri.

“Walaupun mahal, tetap beli karena memang sudah jadi kebutuhan untuk lebaran. Biasanya buat pelengkap sate atau soto,” ujar Ary salah satu pembeli.

Pembeli lainnya, Nada, mengaku kenaikan harga hampir dua kali lipat cukup terasa, namun tidak bisa dihindari. “Harganya naik jauh, tapi mau bagaimana lagi, tetap harus beli karena sudah jadi tradisi,” ucapnya.

Diketahui, perayaan Idulfitri tahun ini diperkirakan jatuh pada 20 Maret 2026 oleh sebagian kalangan. Sementara pemerintah menetapkan 1 Syawal pada 21 Maret 2026.

Perbedaan ini turut mendorong masyarakat lebih awal mempersiapkan kebutuhan lebaran. Sehingga permintaan bahan pangan meningkat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....