Soto Banjar, Cita Rasa Khas yang Menggoda Selera saat Berbuka
- 03 Mar 2026 18:06 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Aroma kuah rempah yang mengepul berpadu dengan wangi perasan jeruk nipis langsung menyambut setiap pengunjung yang datang ke kawasan Jalan Brigjen Hasan Basri atau Kayu Tangi, Banjarmasin. Menjelang waktu berbuka puasa, sebuah warung sederhana tampak dipadati pembeli.
Di tempat inilah, Soto Bang Madi menjadi salah satu tujuan favorit pecinta kuliner untuk menikmati soto Banjar yang khas. Soto Banjar dikenal sebagai makanan tradisional andalan masyarakat Kalimantan Selatan.
Kuahnya bening namun kaya rempah, disajikan dengan suiran ayam kampung, irisan telur itik, serta taburan bawang goreng dan daun seledri. Sensasi segar dari perasan jeruk nipis semakin memperkaya cita rasa, menjadikan hidangan ini menggugah selera, terlebih saat disantap setelah seharian berpuasa.

Di Soto Bang Madi, setiap mangkuk soto diracik dengan telaten. Ayam kampung yang digunakan menghadirkan tekstur lebih padat dan rasa gurih alami. Irisan telur itik menambah aroma khas yang membedakannya dari soto daerah lain. Tak heran, menjelang azan magrib, kursi-kursi di warung ini hampir selalu terisi penuh.
Rahmat (32), salah seorang pelanggan, mengaku hampir setiap Ramadan menyempatkan diri berbuka di tempat ini. "Rasanya khas dan konsisten. Kuahnya ringan tapi rempahnya terasa. Ditambah perasan jeruk, makin segar. Setelah seharian puasa, ini pas sekali," ujarnya.. Selasa 3 Maret 2026.
Hal serupa disampaikan Siti (25), yang datang bersama keluarganya. "Telur itiknya itu yang bikin beda. Aromanya harum dan ayam kampungnya terasa lebih gurih. Tempatnya memang sederhana, tapi soal rasa tidak pernah mengecewakan," katanya.
Bagi Andi, seorang karyawan swasta yang tinggal di sekitar Kayu Tangi, Soto Bang Madi sudah menjadi langganan sejak lama. "Kalau berbuka rasanya kurang lengkap kalau belum makan di sini. Selain enak, suasananya juga hangat, banyak orang berkumpul menjelang magrib," ucapnya.

Keberadaan Soto Bang Madi tak hanya menjadi pilihan berbuka, tetapi juga bagian dari upaya menjaga warisan kuliner Banjar agar tetap lestari. Di tengah berkembangnya berbagai makanan modern, soto Banjar tetap bertahan sebagai identitas rasa yang dicintai masyarakat.
Menjelang waktu berbuka, saat piring-piring soto tersaji hangat di atas meja, terlihat jelas bahwa kuliner tradisional bukan sekadar santapan, melainkan simbol kebersamaan dan tradisi yang terus hidup di tengah masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....