Bangun Kejujuran saat Nikmati 'Bakso Pentol'

  • 17 Nov 2025 05:51 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjarmasin Kebiasaan unik masyarakat, termasuk di Banjarmasin adalah cara menikmati jajanan pentol. Saat membeli dan jajajan "bakso tusuk" ini menjadi perhatian tersendiri.

Kebiasaan sederhana ini sudah lama melekat di berbagai sudut kota, mulai dari pasar, sekolah, hingga warung pinggir jalan. Meski terlihat sepele, mencucuk pentol menyimpan nilai budaya yang masih dipertahankan hingga kini.

Dalam praktiknya, pembeli diberi kebebasan untuk mengambil sendiri jumlah pentol yang diinginkan. Penjual biasanya hanya menyediakan wadah, tusuk, dan bumbu, sementara urusan jumlah dan kejujuran sepenuhnya diserahkan kepada pembeli.

Kebiasaan ini menunjukkan betapa tinggi nilai saling percaya di tengah masyarakat. Tradisi "mencucuk pentol" juga menjadi gambaran bahwa kejujuran bukan hanya diajarkan, tetapi dipraktikkan dalam aktivitas sehari-hari.

Masyarakat Banjar sering mengingatkan adanya pepatah “malu kada tempat, baisi tempat” yang berarti rasa malu itu harus ada pada tempatnya.

Artinya, jangan sampai seseorang melakukan perbuatan tidak pantas hanya karena menganggap keadaan sepele. Pepatah ini menegaskan bahwa kejujuran tetap harus dijaga kapan pun dan di mana pun.

Selain memperlihatkan kedekatan sosial, kebiasaan ini turut menjaga hubungan baik antara penjual dan pembeli. Kepercayaan yang dibangun dari hal kecil mampu menciptakan suasana berdagang yang lebih hangat, sehingga tradisi mencucuk pentol tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Hingga kini, kebiasaan ini menjadi salah satu simbol budaya masyarakat Banjar yang sederhana namun bermakna. Melalui tradisi yang tampak ringan tersebut, nilai kejujuran terus diwariskan dari generasi ke generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....