Berburu Jajanan Tradisional di Pasar Ahad Kabupaten Banjar

  • 08 Jun 2025 16:15 WIB
  •  Banjarmasin

KBRN, Banjar: Pasar Ahad Kilometer 7 di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, selalu dipadati pengunjung setiap Minggu pagi. Pasar ini menjadi destinasi favorit warga lokal dan luar daerah untuk berburu kuliner dan hewan peliharaan.

Salah satu pedagang tetap di pasar ini adalah Irai, warga Desa Pingaran, Martapura. Ia menjual aneka makanan khas Banjar yang selalu laris dibeli pengunjung.

“Setiap Minggu saya bawa kelepon, kue kikicak dari ketan dan gumbili, juga tape gumbili dan tapai ketan. Alhamdulillah, pembeli selalu datang dan biasanya habis semua,” ujar Irai, Minggu (8/6/2025).

Harga yang ditawarkan cukup terjangkau bagi semua kalangan. Tape gumbili dijual Rp5.000 per bungkus, tapai ketan Rp10.000, dan jengkol (jaring) Rp20.000 per 10 biji.

Selain itu, Irai juga membawa buah lokal seperti jambu agung, jeruk, limau, hingga kolang-kaling. Semua dagangan disusun rapi di lapak tetapnya yang ia tempati setiap pekan.

“Jam dua subuh saya sudah siap dari rumah. Sampai di pasar sekitar jam 4 pagi, langsung gelar dagangan,” kata Irai yang telah bertahun-tahun berjualan di sana.

Meski pendapatan tak menentu, Irai tetap bersyukur karena dagangannya hampir selalu habis. “Semoga berkah dan makin ramai pembelinya,” ucapnya penuh harap.

Pasar Ahad KM 7 dikenal sebagai pusat kuliner dan jual beli hewan mingguan di Kabupaten Banjar. Pengunjung bisa menemukan ayam, bebek, kucing, kelinci, hingga burung seperti beo dan perkutut.

Selain Irai, banyak pedagang lain yang menjajakan makanan tradisional seperti serabi, lupis, dan berbagai jajanan khas Banjar. Pasar ini menjadi bukti lestarinya kuliner lokal di tengah modernisasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....