Nyanyat Foodies, Kuliner Lokal yang Bikin 'nagih'
- 28 Jan 2025 08:12 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Sebagai salah satu usaha kuliner di Banjarmasin, Nyanyat Foodies hadir memberi warna dalam ragam citarasa masakan khas Banjar. 'Nyanyat' punya arti tersendiri bagi masyarakatan banjar, yakni 'bikin ketagihan'.
"Sebagai mahasiswa yang merantau, saya dulu sering merasa rindu dengan masakan daerah saya yakni masakan Banjar. Jadi sering minta untuk dikirimkan oleh keluarga," kata Muhammad Raiz, dalam acara Ruang UMKM Pro-4 RRI Banjarmasin, Senin (27/1/2025).
Raiz, membagikan kisah inspirasinya selama 5 tahun lebih mengeluti uasahanya dibidang kuliner tersebut. Sebagai owner Nyanyat Foodies, Raiz menceritakan awal usaha saat Covid-19 melanda.
| Baca juga: Wadai Ipau, Takjil Favorit Warga Banjarmasin |
Adanya peraturan pemerintah yang membatasi aktivitas masyarakat saat itu justru menjadi peluang baginya memaksimalkan usaha melalui peran media sosial. Sejak saat itu Raiz mencoba lebih serius dengan melegalitasasi usaha baik label halal, PIRT, HAKI pada kemasan produk kulinernya.
"Selain memang masakan khas Banjar, sekaligus saya juga memilih nama lokal untuk produk kuliner ini, sebab 'nyanyat' dalam bahasa Banjar itu punya arti bikin ketagihan," ujar Raiz, menjelaskan
Bersama 10 orang di manajemen Nyanyat Foodies, Raiz sukses mengelola kuliner lokal yang banyak diminati. Awalnya kentang mustofa lalu bertambah barabuk haruan, abon ayam suwir, mandai, bawang goreng dan ikan telang asam manis.
Produk dikemas dengan berbagai ukuran dan beragam varian rasa. Produk Nyanyat Foodies memiliki keunggulan pada rasa, simpel dan juga mudah dibawa.
Tak pernah berhenti melakukan adaptasi baik digital maupun offline, Raiz juga berupaya terus merapikan manajemen. Sebelumnya, usaha tersebut dilakukan secara manual tapi kemudian berinvestasi dengan membeli alat yang menunjang proses produksinya.
Jika sebelumnya produk kentang mustofa hanya sekitar 30-50 kilo sekali produksi maka dengan alat yang ada sekarang mampu 100-200 kilo. Bahkan bisa meningkat yakni sekitar 1 ton lebih pada saat bulan puasa.
"Sampai saat ini produk Nyanyat Foodies sudah memiliki saluran distribusi online dan offline. Kalau offline ada di 71 outlet dan juga melalui marketplace. Sudah terkirim ke berbagai daerah di nusantara seperti Bali, Jawa, Sumatera, Sulawesi dan lainnya," ucap Raiz, sambil tersenyum bangga.
Di akhir kisahnya Raiz mengungkapkan bahwa sebuah usaha apapun bukan berarti tanpa tantangan. Selain persaingan, harga bahan baku yang fluktuatif terkadang juga berpengaruh.
Namun sejauh ini bisa teratasi berkat dukungan orang-orang disekitarnya terutama keluarga. Selain itu peran pemerintah menurutnya juga memberi dampak positif bagi peningkatan usaha kuliner para UMKM di Kota Banjarmasin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....