Bubur Sumsum dan Maknanya bagi Masyarakat Banjar
- 30 Sep 2024 07:14 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Tanah Laut: Di berbagai daerah di nusantara bubur sumsum menjadi salah satu kuliner tradisional yang sering ada dalam setiap acara tertentu. Rasanya yang lembut terbuat dari tepung beras dengan tambahan santan, gula putih dan sedikit garam.
Selain itu rasa manisnya yang khas didapat dari gula merah cair yang kemudian dituangkan di atasnya. Perpaduan keduanya menghadirkan cita rasa yang nikmat untuk disantap kapanpun.
Tidak sedikit masyarakat yang menjadikan kuliner ini sebagai ide jualan. Namun pembuatan bubur sumsum biasanya juga dilakukan oleh masyarakat pada acara khitanan ataupun pengantinan.
Begitupun di Kalimantan Selatan, bubur sumsum menjadi hal penting di dalam tradisi masyarakat Banjar. Bubur sumsum yang sudah dimasak lalu disajikan untuk dimakan langsung bersama-sama atau dibawa pulang.
Bukan tanpa tujuan, tradisi bubur sumsum dilakukan agar orang-orang yang telah membantu itu rasa lelahnya hilang. Orang Banjar menyebutnya dengan istilah "biar kada sakitan awak".
Tradisi bubur sumsum memiliki filosofi mendalam bagi masyarakat Banjar. Warna putih buburnya adalah makna kebersihan hati.
Sedangkan rasa manis dari gula merahnya bermakna kebahagiaan, rasa syukur dan ucapan terimakasih telah bergotong royong untuk kelancaran acara. Selain cita rasanya, tradisi membuat bubur sumsum menguatkan ikatan sosial antar keluarga dan masyarakat.
Hingga saat ini resep dan proses pembuatannya masih terjaga secara turun temurun sekaligus menjadi simbol dari nilai-nilai budaya yang lestari di masyarakat Banjar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....