Makna Lain dari Simbol Semicolon
- 15 Sep 2024 16:29 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Semicolon merupakan tanda baca yang sering dipakai dalam tulisan seseorang. Dalam Bahasa Indonesia, semicolon digunakan untuk pemisah kata penghubung pada kalimat sejenis, menjadi pemisah dua klausa atau lebih. Dalam Bahasa Inggris sering dijadikan pengganti konjungsi, sedangkan dalam bahasa pemrograman sebagai tanda akhir dari kode javascript agar terlihat lebih rapi dan mudah dimengerti.
Namun ternyata semicolon juga menjadi symbol sebuah gerakan yang erat dengan isu kesehatan mental. Gerakan ini dikenal dengan sebutan Semicolon Project.
Project Semicolon awalnya dilakukan oleh Amy Bleuel pada tahun 2013 yang mengalami depresi akibat orang tuanya bunuh diri. Hal ini menjadi trigger efektif untuk menyebar luaskan gerakan ini ke dunia maya yang didedikasikan kepada mereka yang berjuang sekuat tenaga menghadapi masalah Kesehatan mental bahwa masi ada harapan di luar sana.
Sehingga dapat mengurangi keinginan untuk bunuh diri, melukai diri, dan juga kecanduan. Maksud dari “titik koma” ini adalah representasi fisik dari perjuangan batin seseorang, seperti halnya ketika keputusan penulis ingin mengakhiri sebuah kalimat namun tidak jadi.
Penulis itu adalah mereka yang bergumul dengan pergolakan batin. Kalimat itu bermakna sebagai hidup mereka.
“Perasaan saling menguatkan dan rasa kebersamaan bisa menjadikan inspirasi positif yang mendorong motivasi diri. Simbol semicolon ini, yang diakui secara global sebagai bentuk dukungan, memiliki peran penting dalam memberikan rasa keterhubungan dan dukungan yang dapat memperkuat semangat mereka," ujar Shanty Komalasari dosen di UIN Antasari sekaligus psikolog yang sedang menempuh program doktoral di Surabaya, Sabtu (14/9/2024).
Shanty menjelaskan bahwa tanda titik koma (;) sering dimaknai dan dikaitkan dengan kesehatan mental, sebagai simbol dukungan bagi mereka yang sedang dalam proses pemulihan dari tantangan kesehatan mental. Ia juga menambahkan bahwa individu yang berjuang dengan kesehatan mentalnya membutuhkan dukungan eksternal untuk memperkuat keyakinan bahwa mereka tidak sendirian.
Gambar tato simbol titik koma di suatu tempat yang terlihat di tubuh, merupakan Gambaran utama dari Gerakan ini. Seperti sisi jari, pergelangan tangan atau kaki, bahkan bagian belakang telinga adalah bagian tubuh yang acap kali dipilih untuk pembuatan tato semicolon.
Hal ini mulai merambah ke lingkungan artis-artis ibukota yang mulai beramai-ramai membuat tato serupa sebagai wujud solidaritas dan menjadi inspirasi. Masa remaja merupakan fase transisi, masa yang tidak realistis dan seringkali menjebak mereka yang menjalaninya.
Jika tidak menemukan Solusi, mereka akan mudah depresi, kecanduan, bahkan bunuh diri. Harus ada terapi seperti komunikasi yang intensif dan positif untuk meredakannya agar tidak memburuk situasinya.
Peran penting orang tua untuk membantu mereka lepas dari belenggu kekacauan hidup adalah kunci dalam penyelesaian masalah yang dialami. Sayangnya, banyak orang tua justru tidak memperhatikan perkembangan psikologis anak-anaknya dan menjadi asing satu sama lain.
Pembinaan kesehatan mental di dalam keluarga mutlak dilakukan agar mencegah ancaman serius terhadap pertumbuhan dan perkembangan psikologis anak anak mereka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....