Bapidara, Pengobatan Tradisional Urang Banjar Kalimantan Selatan
- 16 Mei 2024 03:44 WIB
- Banjarmasin
KBRN, Banjarmasin: Sebelum masyarakat mengenal ilmu kedokteran, tradisi pengobatan secara tradisional di Indonesia sudah ada sejak lama. Pengobatan tradisional hingga saat ini nyatanya juga masih dilakukan.
Bapidara adalah salah satunya, yakni pengobatan tradisional yang dilaksanakan masyarakat Banjar di Kalimantan Selatan. Tradisi bapidara merupakan salah satu kearifan lokal yang dipercaya masyarakat Banjar secara turun temurun.
Hal itu disampaikan Novia Winda dan Noor Indah Wulandari dalam acara Pandiran Baisukan di Pro.4 RRI Banjarmasin, Rabu (15/5/2024).
"Masyarakat Banjar percaya bahwa dengan Bapidara itu bisa menyembuhkan demam, baik yang dikeluhkan orang dewasa maupun anak-anak," ujar Novia.
Pengobatan dengan cara bapidara biasanya dilakukan masyarakat Banjar sebelum mereka pergi berobat ke dokter. "Kalaupun ada orang dewasa yang kepidaraan bisa jadi karena jiwanya sedang lemah atau bisa disebut dengan lamah bulu," katanya.
Tradisi pengobatan b
Seorang pamidara pada umumnya adalah keturunan dari pamidara sebelumnya, meskin ada juga sebagian yang diwariskan dari orang lain yang disebut pamidara. Adapun tanda-tanda kapidaraan pada anak biasanya ia rewel, terus menangis, bahkan sampai melengking sementara badannya demam panas tetapi tidak di bagian telinga, kaki dan tangan anak.
Novia menyebutkan bahan-bahan yang harus ada dalam kegiatan bapidara adalah sirih dan juga kunyit yang telah diparut. Kemudian ditambahkan kapur lalu dioleskan di bagian tubuh si anak.
"Pamidara menggunakan parutan janar dan kapur sirih, kemudian dibacakan mantra atau doa. Setelah itu baru dioleskan membentuk tanda silang ke bagian lipatan tubuh seperti lutut dan juga dahi, dada, perut dan punggung," kata Novia, menerangkan.
Sejak lama kunyit memang telah diyakini mengandung zat yang memiliki manfaat untuk kesehatan. Bagi sebagian masyarakat Banjar tradisi pengobatan bapidara dinilai memudahkan mengatasi demam karena biaya lebih murah dibandingkan jika harus ke dokter.
Noor Indah menambahkan bahwa 'Seurat' juga merupakan istilah yang sering digunakan dalam upaya berobat, yakni tempat berobat yang cocok, sebagaimana tempat dan ahli pengobatan banyak tapi tentu saja setiap orang punya tempat yang dirasa paling cocok," katanya.
Kebiasaan yang sering dilakukan dalam tradisi bapidara adalah waktu senja. Bagi masyarakat Banjar pemilihan waktu tersebut diyakini sebagai waktu yang baik 'babuang panyakit' yang artinya menghilangkan penyakit.
"Seseorang itu disimpulkan kapidaraan atau tidaknya ditandai dengan warna kunyitnya apakah kuning kemerahan atau tidak yang sebelumnya sudah dioleskan pada tubuh," kata Noor Indah mengakhiri Pandiran Baisukan di RRI Pro.4 Banjarmasin.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....