Kemenkes: Nasi Dingin Bisa Lebih Rendah Respons Gula Darah
- 07 Okt 2026 10:04 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kementerian Kesehatan RI menyebut nasi dingin tidak serta-merta berbahaya untuk dikonsumsi. Nasi yang didinginkan dengan cara yang tepat justru dapat memiliki kandungan pati resisten lebih tinggi, sehingga berpotensi memberikan respons gula darah yang lebih rendah dibandingkan nasi yang baru matang.
Hal tersebut dijelaskan Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI melalui artikel “Nasi Dingin Baik untuk Penyandang Diabetes, Benarkah?” yang diterbitkan 1 Juli 2024. Kemenkes menyebut nasi dingin dapat menjadi pilihan bagi penyandang diabetes, dengan tetap memperhatikan jenis, jumlah nasi, serta makanan lain yang dikonsumsi bersamanya.
| Baca juga: Tips Aman Berpuasa bagi Penderita Mag |
Menurut Kemenkes, proses pendinginan nasi dapat meningkatkan pati resisten. Jenis pati ini lebih sulit dicerna tubuh sehingga proses penyerapan karbohidrat berlangsung lebih lambat. Kemenkes juga menyebut pati resisten dapat memberikan rasa kenyang lebih lama dan berpotensi membantu pengendalian kadar gula darah.
Kemenkes mengingatkan, manfaat tersebut bukan berarti semua nasi yang sudah dingin otomatis lebih sehat. Nasi yang disimpan pada suhu ruang selama beberapa jam atau terlalu lama di dalam lemari es justru dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri Bacillus cereus. Bakteri tersebut dapat menyebabkan keracunan makanan dan gangguan pada saluran pencernaan.
Penjelasan mengenai risiko tersebut juga diperkuat Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM RI melalui 101 Tips Keamanan Pangan. BPOM menjelaskan bahwa spora Bacillus cereus dapat bertahan ketika nasi dimasak. Jika nasi matang kemudian disimpan pada suhu ruang, bakteri dapat berkembang dan menghasilkan toksin yang berpotensi menyebabkan keracunan pangan.
BPOM menyarankan nasi yang tidak langsung dikonsumsi segera didinginkan dalam waktu singkat, kurang dari satu jam, kemudian disimpan di dalam lemari pendingin dengan suhu di bawah lima derajat Celsius. Nasi tersebut dianjurkan disimpan maksimal satu hari sebelum dipanaskan kembali. Saat akan dikonsumsi, nasi perlu dipanaskan hingga benar-benar panas atau lebih dari 70 derajat Celsius dan tidak dipanaskan kembali lebih dari satu kali.
Kementerian Kesehatan juga mengingatkan masyarakat agar makanan tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Dalam panduan keamanan pangan keluarga, Kemenkes menyebut makanan yang disajikan sebaiknya tidak dibiarkan pada suhu ruang lebih dari empat jam. Penyimpanan dan pengolahan yang tepat menjadi bagian penting untuk mencegah makanan terkontaminasi mikroorganisme penyebab penyakit.
Dengan demikian, persoalannya bukan semata-mata apakah nasi dikonsumsi dalam keadaan panas atau dingin. Nasi dingin yang didinginkan dan disimpan dengan benar dapat memiliki keuntungan dari sisi pati resisten, tetapi nasi matang yang dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang justru berisiko bagi kesehatan. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan porsi nasi, cara pendinginan, suhu penyimpanan, serta cara memanaskannya kembali sebelum dikonsumsi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....