Upaya Melindungi Kesehatan dari Asap Karhutla
- 03 Okt 2026 15:13 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi masyarakat yang terpapar.
- Kementerian Kesehatan merekomendasikan tiga kategori upaya penanggulangan dampak kesehatan: pencegahan primer, sekunder, dan tersier.
- Masyarakat perlu melakukan langkah pencegahan dan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan individual masing-masing.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Untuk mengurangi dampaknya, masyarakat perlu melakukan langkah pencegahan dan penanganan sesuai kondisi kesehatan masing-masing.
Dilansir dari ayosehat.kemkes.go.id, upaya menghadapi dampak kesehatan akibat asap karhutla dibagi menjadi tiga kategori, yakni primer, sekunder, dan tersier. Ketiganya mencakup pencegahan paparan, deteksi serta penanganan dini, hingga pencegahan komplikasi.
Upaya primer ditujukan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan sebelum keluhan muncul. Langkahnya antara lain membatasi aktivitas di luar ruangan, menutup pintu dan jendela rumah, menggunakan masker atau respirator saat berada di luar, serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Penerapan PHBS dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan bergizi, mencukupi waktu istirahat, dan mencuci tangan secara rutin. Di sisi lain, pemadaman karhutla menjadi upaya penting untuk menghilangkan sumber asap yang berpotensi mengganggu kesehatan.
Upaya sekunder dilakukan ketika mulai muncul keluhan kesehatan akibat paparan asap. Masyarakat perlu mengenali gejala, menyiapkan obat yang biasa digunakan, terutama bagi penderita penyakit tertentu, serta segera mendatangi dokter atau fasilitas pelayanan kesehatan apabila kondisi mengganggu aktivitas.
Pemerintah daerah juga dapat melakukan skrining kesehatan secara berkala untuk mengetahui dampak paparan asap terhadap masyarakat. Pemeriksaan dapat berupa kuesioner, pemeriksaan fisik, maupun pemeriksaan fungsi paru.
Sementara itu, upaya tersier ditujukan bagi masyarakat yang telah mengalami penyakit akibat paparan asap untuk mencegah kondisi semakin berat. Penderita dianjurkan menghentikan kebiasaan yang dapat memperburuk penyakit, seperti merokok, serta menjalani pengobatan secara teratur.
Pengobatan dilakukan melalui dokter atau fasilitas pelayanan kesehatan sesuai kondisi pasien. Obat yang diberikan tenaga kesehatan perlu dikonsumsi sesuai petunjuk untuk membantu mengendalikan penyakit dan mencegah komplikasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....