Gerakan 3M Plus, Pencegahan DBD Dimulai dari Lingkungan Rumah
- 25 Jun 2026 10:59 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Penanganan medis perlu segera dilakukan apabila terdapat kecurigaan Demam Berdarah Dengue (DBD), terutama jika demam tinggi berlangsung lebih dari dua hari atau disertai tanda-tanda peringatan. Pemantauan kondisi cairan tubuh juga menjadi bagian penting dalam perawatan untuk mencegah terjadinya komplikasi.
Hal tersebut disampaikan Sanitarian Puskesmas S. Parman Banjarmasin, Fathul Zannah, A.Md.KL., dalam acara Pengarusutamaan Gender di RRI Pro1 Banjarmasin, Jumat, 19 Juni 2026. Menurutnya, pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memastikan diagnosis serta menentukan tingkat keparahan penyakit.
“Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk memastikan diagnosis. Selain itu, pemeriksaan juga membantu menentukan tingkat keparahan penyakit,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pencegahan DBD berfokus pada pengendalian vektor nyamuk melalui penerapan gerakan 3M Plus. Langkah 3M meliputi menguras tempat penampungan air secara rutin, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau menghilangkan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
“Langkah tambahan atau Plus mencakup penggunaan kelambu atau obat antinyamuk. Selain itu, masyarakat juga dapat memasang kawat kasa pada ventilasi serta memelihara ikan pemakan jentik,” ujarnya.
Fathul menambahkan, menjaga kebersihan lingkungan secara berkala juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan. Menurutnya, pengendalian DBD membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat karena nyamuk dapat berkembang biak di berbagai lokasi di sekitar permukiman.
“Pengendalian DBD membutuhkan partisipasi lingkungan secara menyeluruh. Konsistensi menjaga kebersihan dan menghilangkan tempat perindukan nyamuk menjadi faktor utama dalam menurunkan risiko penularan penyakit ini,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....