Anemia Ancam Remaja Putri, Begini Pencegahannya

  • 16 Jun 2026 17:13 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Remaja putri dinyatakan mengalami anemia apabila kadar hemoglobin (Hb) dalam darahnya berada di bawah standar kesehatan, yaitu kurang dari 12 g/dL. Kondisi yang menyebabkan tubuh kekurangan oksigen ini paling sering dipicu oleh kurangnya asupan zat besi, atau dikenal sebagai anemia defisiensi besi.

Hal ini disampaikan oleh Elsa Dwi Lestari, Ketua Himpunan Mahasiswa Kebidanan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, pada acara Waktu Ngobrol Sore Hari (WOOSH) di RRI Pro 2 Banjarmasin, Senin 15 juni 2026. Dikatakan, penyebab utama anemia pada remaja putri umumnya berkaitan dengan kurangnya konsumsi makanan kaya zat besi serta hilangnya darah saat menstruasi setiap bulan.

Menurutnya, anemia pada remaja juga kerap dipicu oleh pola makan tidak sehat, seperti diet ketat dan kebiasaan melewatkan waktu makan. Gejalanya pun mudah dikenali melalui istilah “5L”, yakni lemah, letih, lesu, lelah, dan lalai atau sulit berkonsentrasi.

“Anemia pada remaja putri itu sering tidak disadari karena gejalanya dianggap kelelahan biasa, padahal jika dibiarkan bisa mengganggu konsentrasi belajar hingga kesehatan reproduksi di masa depan,” ujar Elsa.

Selain gejala fisik tersebut, anemia juga dapat memicu pusing, wajah pucat, mata berkunang-kunang, hingga jantung berdebar saat beraktivitas berat. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berisiko menurunkan konsentrasi belajar, daya tahan tubuh, dan prestasi akademik remaja putri.

Oleh karena itu, menurut Elsa, pencegahan anemia perlu dilakukan sejak dini melalui pola makan bergizi dengan memperbanyak konsumsi daging, hati ayam, ikan, bayam, dan kacang-kacangan. Selain itu, remaja putri juga dianjurkan rutin mengonsumsi satu tablet tambah darah (TTD) setiap minggu sebagai langkah pencegahan.

Tidak hanya itu, Elsa juga mengatakan bahwa asupan vitamin C dari buah seperti jeruk, jambu, dan tomat juga penting untuk membantu penyerapan zat besi dalam tubuh. Di sisi lain, kebiasaan minum teh atau kopi setelah makan sebaiknya dihindari karena dapat menghambat proses penyerapan zat besi tersebut.

“Cara paling sederhana untuk mencegah anemia adalah rutin mengonsumsi tablet tambah darah setiap minggu serta memperbanyak makanan kaya zat besi seperti hati, ikan, dan sayuran hijau,” ucapnya.

Sebagai langkah penanganan, Elsa menekankan bahwa remaja putri yang menunjukkan gejala anemia disarankan segera memeriksakan kadar Hb di fasilitas kesehatan terdekat. Dengan pola makan sehat, konsumsi tablet tambah darah, dan gaya hidup yang baik, anemia pada remaja putri diharapkan dapat dicegah sejak dini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....