Prodia Gelar Seminar Nasional Dokter Bahas Inovasi Kesehatan Saluran Cerna

  • 06 Jun 2026 08:40 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Gangguan saluran cerna masih menjadi salah satu keluhan kesehatan yang paling sering ditemui di layanan medis, mulai dari infeksi ringan hingga kondisi peradangan kronis. Tantangannya, gejala seperti diare, nyeri perut, kembung, maupun sembelit sering kali tampak serupa, padahal penyebabnya dapat berbeda dan membutuhkan penanganan yang berbeda pula.

Menjawab kebutuhan tersebut, PT Prodia Widyahusada Tbk menghadirkan Seminar Nasional Dokter ke-20 bertajuk “Integrating Innovative Gut Health Testing Into Daily Practice” yang diselenggarakan pada Sabtu, 6 Juni 2026, di salah satu hotel di Banjarmasin. Kegiatan ini menjadi wadah edukasi ilmiah bagi tenaga medis untuk memahami perkembangan terkini pemeriksaan kesehatan saluran cerna berbasis data dan teknologi diagnostik modern.

Melalui seminar ini, Prodia ingin menghadirkan forum ilmiah yang relevan dengan tantangan praktik kedokteran saat ini. “Kami percaya inovasi diagnostik seperti gut health testing dapat membantu dokter mengambil keputusan klinis yang lebih cepat, tepat, dan personal bagi pasien,” ujar Muhammad Rizal, Area Commercial Head Prodia.

Sejalan dengan transformasi layanan kesehatan yang semakin digital, Prodia juga memperkuat dukungannya bagi komunitas medis melalui aplikasi Prodia for Doctor. Platform ini dirancang untuk memberikan kemudahan akses layanan, informasi pemeriksaan, serta konektivitas yang lebih cepat dan praktis bagi dokter dalam mendukung praktik klinis sehari-hari.

“Kami percaya masa depan layanan kesehatan tidak hanya ditopang oleh inovasi diagnostik, tetapi juga oleh ekosistem digital yang memudahkan kolaborasi antara laboratorium dan tenaga medis,” kata Muhammad Rizal. “Melalui Prodia for Doctor, kami ingin menghadirkan pengalaman layanan yang lebih terintegrasi, efisien, dan relevan dengan kebutuhan dokter saat ini.”

Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang keilmuan, yaitu dr. Arif Nur Widodo, Sp.PD, K-G.E.H, FINASIM, dr. Juhairina, M.Kes, Sp.GK, serta Amadea Risanggita Kinanthi, S.Si., M.Farm.Klin. Mereka membahas perkembangan terkini kesehatan saluran cerna, mulai dari pendekatan diagnostik modern, peran nutrisi terhadap kesehatan usus, hingga pemanfaatan pemeriksaan laboratorium dalam praktik klinis.

Berbagai pemeriksaan kini hadir untuk membantu menjawab tantangan diagnosis gangguan saluran cerna yang kompleks. Pemeriksaan biomarker inflamasi usus, misalnya, dapat membantu dokter mendeteksi peradangan sehingga pemeriksaan lanjutan dapat dilakukan lebih tepat. Selain itu, tersedia pula pemeriksaan untuk mendeteksi penyebab infeksi saluran cerna secara lebih cepat dan akurat.

Tidak hanya itu, keseimbangan bakteri baik di dalam usus juga menjadi perhatian penting dalam dunia kesehatan. Melalui pendekatan analisis microbiome, dokter dapat memperoleh gambaran kondisi saluran cerna secara lebih menyeluruh. Ketidakseimbangan mikrobiota diketahui berkaitan dengan berbagai kondisi kesehatan, seperti gangguan metabolisme, daya tahan tubuh, kesehatan mental, hingga gangguan pencernaan.

“Gangguan saluran cerna sering kali menimbulkan gejala yang mirip satu sama lain, seperti nyeri perut, kembung, diare, maupun perubahan pola buang air besar,” kata dr. Juhairina, M.Kes, Sp.GK. “Namun di balik keluhan yang tampak serupa tersebut, penyebab dasarnya dapat sangat beragam sehingga membutuhkan pendekatan penanganan yang berbeda pada setiap pasien.”

Pendekatan tersebut juga diperkuat dengan edukasi mengenai pola makan dan gaya hidup sehat yang berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan. Dengan dukungan sesi diskusi ilmiah dan pembahasan kasus klinis, diharapkan wawasan peserta dapat diterapkan langsung dalam praktik sehari-hari.

“Karena itu, pemeriksaan penunjang yang tepat menjadi penting untuk membantu dokter memahami kondisi pasien secara lebih komprehensif, sehingga terapi yang diberikan dapat lebih terarah, personal, dan meminimalkan pendekatan trial and error dalam proses pengobatan,” ujar dr. Juhairina, M.Kes, Sp.GK.

Seminar Nasional Dokter Prodia telah diselenggarakan secara konsisten selama dua dekade sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung edukasi berkelanjutan bagi tenaga medis di Indonesia. Tahun ini, kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian roadshow yang hadir di berbagai kota besar di Indonesia sepanjang 2026.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....