PHBS Rumah Tangga Jadi Kunci Pencegahan Berbagai Penyakit
- 05 Jun 2026 19:17 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Program Indonesia Sehat di RRI Pro1 Banjarmasin membahas pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan rumah tangga, Jumat, 5 Juni 2026. Acara tersebut menghadirkan penyuluh kesehatan Tri Sugianto dan dokter internsip Puskesmas Cempaka Banjarmasin Tengah, dr. Siti Arika Bulan Sabhana.
Tri Sugianto menjelaskan PHBS rumah tangga merupakan perilaku hidup bersih dan sehat yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan keluarga. Program tersebut menjadi salah satu upaya pencegahan berbagai penyakit yang masih sering ditemukan di masyarakat.
Penerapan PHBS dinilai mampu mencegah penyakit seperti diare, ISPA, dan berbagai penyakit infeksi lainnya. Rumah tangga juga menjadi lingkungan pertama dalam membentuk perilaku kesehatan masyarakat.
“PHBS adalah perilaku hidup bersih dan sehat yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. “Keluarga menjadi fondasi utama dalam membentuk kebiasaan hidup sehat masyarakat.”
Menurut Tri Sugianto, terdapat sepuluh indikator PHBS rumah tangga yang menjadi pedoman perilaku sehat masyarakat. Indikator tersebut mencakup persalinan oleh tenaga kesehatan hingga larangan merokok di dalam rumah.
Pada kesempatan yang sama, dr. Siti Arika Bulan Sabhana menjelaskan persalinan oleh tenaga kesehatan penting untuk menekan risiko kematian ibu dan bayi. Edukasi kesehatan juga dilakukan melalui kelas ibu hamil yang diselenggarakan puskesmas.
Ia mengatakan pemeriksaan kehamilan perlu dilakukan secara rutin selama masa kehamilan. Langkah tersebut penting untuk mendeteksi dini berbagai risiko yang dapat dialami ibu maupun janin.
“Persalinan harus ditolong tenaga kesehatan agar risiko dapat ditekan sedini mungkin,” ujarnya. “Hal ini penting untuk mencegah komplikasi pada ibu dan bayi saat proses persalinan.”
Lebih lanjut, dr. Siti menjelaskan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan menjadi fondasi penting bagi kesehatan bayi. ASI membantu meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus melindungi bayi dari berbagai penyakit.
Penggunaan air bersih juga menjadi salah satu indikator penting dalam PHBS rumah tangga. Air yang tidak higienis dapat menjadi sumber penularan penyakit seperti diare dan tifoid.
“Kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir wajib diterapkan,” katanya. “Langkah ini efektif mencegah penyebaran kuman dalam aktivitas sehari-hari.”
Masyarakat juga diimbau menggunakan jamban sehat untuk menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, pemberantasan sarang nyamuk perlu dilakukan secara rutin guna mencegah penyakit, termasuk demam berdarah.
PHBS diharapkan dapat menjadi budaya dalam setiap keluarga. Menurut para narasumber, perubahan perilaku sederhana dari lingkungan rumah tangga dapat memberikan dampak besar bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....