Dinkes Banjarmasin Tingkatkan Kewaspadaan terhadap Hantavirus
- 03 Jun 2026 07:26 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin meningkatkan kewaspadaan terhadap Hantavirus meski belum ditemukan kasus Hantavirus di Kota Banjarmasin. Hal itu disampaikan dalam program Kentongan Informasi Mitigasi Bencana di RRI Pro 1 Banjarmasin, Selasa, 26 juni 2026. bertema "Kenali Hantavirus Sejak Dini".
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, dr. Dwi Atmi Susilastuti, M.M., menjelaskan Hantavirus merupakan penyakit lama yang kembali menjadi perhatian. Kewaspadaan diperlukan karena penyakit tersebut dapat menyebabkan kematian apabila terlambat terdeteksi.
"Hantavirus bukan virus baru seperti Covid-19 dan sebenarnya sudah lama dikenal, " ujarnya. "Namun, penyakit ini tetap harus diwaspadai karena jika tidak terdeteksi sejak dini dapat menyebabkan kematian.
Menurut Dwi Atmi, Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia. Hewan penular utamanya adalah tikus yang telah terinfeksi virus.
Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan air liur, urine, atau kotoran tikus. Penularan juga bisa terjadi saat partikel kotoran atau urine yang mengering terhirup melalui pernapasan.
"Virus ini dapat menyerang paru-paru maupun ginjal sehingga gejalanya perlu dikenali sejak dini. Masyarakat jangan menganggap remeh keluhan yang muncul setelah terpapar lingkungan yang terkontaminasi tikus," katanya.
Gejala awal Hantavirus meliputi demam tinggi, pusing, nyeri tubuh, lemas, dan berkurangnya nafsu makan. Jika menyerang paru-paru, penderita dapat mengalami batuk serta sesak napas.
Apabila menyerang ginjal, penderita dapat mengalami mual, muntah, serta ikterus yang ditandai perubahan warna kulit menjadi kekuningan. Karena itu, masyarakat diminta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala tersebut.
"Kami mengimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah ke Hantavirus," ucapnya. Jangan menunggu dua atau tiga hari apabila mengalami demam setelah membersihkan rumah atau gudang yang lama tidak dibersihkan, terutama bila terdapat kontak dengan kotoran tikus atau lingkungan yang terkontaminasi.
Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh fasilitas kesehatan. Surat tersebut berisi peningkatan kewaspadaan, deteksi dini, serta pelaporan kasus yang memiliki gejala mengarah ke Hantavirus.
"Hingga kini belum ditemukan kasus Hantavirus di Kota Banjarmasin, " ucapnya. " Meski demikian, masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah ke Hantavirus."
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....