Cara Membaca Label Gizi pada Kemasan agar Tidak Terkecoh Klaim Sehat

  • 30 Mei 2026 19:02 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Kesehatan
  • Label Kemasan

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Banyak masyarakat masih mengabaikan tabel informasi nilai gizi yang tertera pada kemasan makanan dan minuman. Padahal, kebiasaan membeli produk tanpa memperhatikan kandungan gizinya dapat berdampak pada kesehatan dalam jangka panjang.

Melansir laman ayosehat.kemkes.go.id, Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat agar tidak langsung percaya pada klaim kesehatan yang tercantum di bagian depan kemasan. Istilah seperti "rendah lemak", "tanpa gula", atau "tinggi serat" belum tentu mencerminkan keseluruhan kandungan nutrisi produk tersebut.

Hal pertama yang perlu diperhatikan saat membaca label gizi adalah ukuran porsi atau takaran saji. Seluruh informasi kandungan nutrisi yang tercantum pada kemasan dihitung berdasarkan satu porsi konsumsi.

Karena itu, konsumen perlu menghitung kembali jumlah kalori dan zat gizi yang masuk ke tubuh jika mengonsumsi lebih dari satu porsi. Kesalahan memahami ukuran porsi sering menjadi penyebab asupan kalori berlebih tanpa disadari.

Selain memperhatikan kalori, masyarakat juga dianjurkan memilih produk dengan kandungan protein dan serat yang lebih tinggi. Sebaliknya, konsumsi lemak jenuh dan lemak trans sebaiknya dibatasi untuk membantu menjaga kesehatan jantung.

Kandungan gula tambahan dan natrium juga perlu menjadi perhatian saat memilih makanan olahan. Konsumsi gula dan garam berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk tekanan darah tinggi dan gangguan metabolisme.

Untuk memudahkan pemahaman, konsumen dapat melihat persentase Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang tertera pada label. Nilai di bawah lima persen umumnya tergolong rendah, sedangkan angka di atas 20 persen menunjukkan kandungan yang tinggi.

Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah memeriksa daftar komposisi bahan. Bahan yang tercantum pada urutan pertama menunjukkan kandungan terbanyak dalam produk tersebut, sehingga dapat menjadi acuan dalam memilih makanan yang lebih sehat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....