Vertigo Bukan Penyakit, Melainkan Gejala Gangguan Kesehatan

  • 30 Mei 2026 09:15 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Sensasi kepala berputar yang sering disebut sebagai Vertigo ternyata bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala dari gangguan kesehatan tertentu. Hal tersebut disampaikan Dokter Spesialis Saraf, dr. Eko Suryo Pujastono, Sp.N., FINA, dalam program Indonesia Sehat RRI Pro 1 Banjarmasin, Jumat 29 Mei 2026.

"Vertigo adalah perasaan atau sensasi berputar, baik dirinya yang merasa berputar maupun lingkungan di sekitarnya terasa berputar. Jadi vertigo bukan penyakit, melainkan gejala yang muncul akibat suatu penyebab penyakit," ujarnya.

Ia menjelaskan, Vertigo terbagi menjadi dua jenis, yaitu vertigo perifer yang berasal dari gangguan telinga bagian dalam dan vertigo sentral yang berkaitan dengan gangguan pada otak atau sistem saraf pusat. Karena merupakan gejala suatu penyakit, penyebabnya perlu diketahui agar penanganannya tepat.

"Pada Vertigo Perifer, penderita umumnya mengalami pusing berputar yang berat, muncul mendadak, serta disertai mual dan muntah. Sementara Vertigo Sentral cenderung berlangsung lebih lama dan perlu diwaspadai karena dapat berkaitan dengan gangguan serius seperti stroke atau tumor otak," kata dr. Eko, menerangkan.

dr. Eko juga meluruskan anggapan bahwa semua pusing adalah Vertigo. Menurutnya, Vertigo berbeda dengan sakit kepala atau migrain karena vertigo ditandai sensasi berputar, sedangkan sakit kepala merupakan rasa nyeri di kepala.

Selain itu, kondisi seperti tekanan darah rendah saat berdiri mendadak atau hipotensi ortostatik bukan termasuk vertigo. Kondisi tersebut biasanya hanya berlangsung sesaat akibat penurunan tekanan darah karena perubahan posisi tubuh yang cepat.

Vertigo dapat dialami siapa saja, mulai usia muda hingga lanjut usia. Namun, kasus yang paling sering ditemukan adalah Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV), yaitu gangguan keseimbangan pada telinga bagian dalam yang banyak terjadi pada usia di atas 50 tahun.

Untuk mencegah dan mengurangi risiko vertigo, masyarakat dianjurkan menjaga pola hidup sehat, cukup istirahat, mengelola stres, serta mengontrol tekanan darah dan gula darah. Jika mengalami pusing berputar secara tiba-tiba, penderita disarankan beristirahat dalam posisi nyaman dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan untuk mengetahui penyebabnya.

Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan tidak melakukan diagnosis sendiri ketika mengalami pusing berputar. Segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar penyebab vertigo dapat diketahui dan ditangani secara tepat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....