Kasus Kehamilan Risiko Tinggi di Gadang Hanyar Masih Tinggi

  • 22 Mei 2026 19:09 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kasus kehamilan risiko tinggi di wilayah kerja Puskesmas Gadang Hanyar masih tergolong tinggi. Pada 2025, tercatat sebanyak 101 kasus dari total 240 ibu hamil.

Data tersebut disampaikan dalam dialog Indonesia Sehat di RRI Pro1 Banjarmasin, Jumat, 22 Mei 2026. Dialog menghadirkan Bidan Ahli Muda, Jumaah, S.ST., Bdn., dan Bidan Farah Fakhmie Madani, S.ST.

Kehamilan risiko tinggi merupakan kondisi yang berpotensi menimbulkan komplikasi bagi ibu maupun janin. Karena itu, kondisi tersebut memerlukan pengawasan medis yang lebih intensif selama masa kehamilan.

“Angka kehamilan risiko tinggi mencapai 42 persen dan melebihi target nasional,” kata Farah Fakhmie Madani. “Kondisi ini memerlukan perhatian serius dari masyarakat dan tenaga kesehatan.”

Menurut Farah, tingginya kasus dipengaruhi berbagai faktor kesehatan dan perilaku masyarakat. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko komplikasi persalinan hingga kematian ibu dan bayi.

Sementara itu, Jumaah menjelaskan faktor yang paling sering ditemukan dikenal dengan konsep 4T. Faktor tersebut meliputi terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat jarak kehamilan, dan terlalu banyak melahirkan.

“Kehamilan usia terlalu muda maupun terlalu tua meningkatkan risiko komplikasi pada ibu dan janin. Karena itu, perencanaan kehamilan sangat penting dilakukan,” ujar Jumaah.

Selain faktor 4T, risiko kehamilan juga dipengaruhi riwayat penyakit ibu dan kondisi kehamilan tertentu. Di antaranya hipertensi, diabetes, preeklamsia, hingga kehamilan kembar.

Ibu hamil juga diminta segera memeriksakan diri apabila mengalami tanda bahaya kehamilan. Tanda tersebut meliputi perdarahan, sakit kepala hebat, penglihatan kabur, hingga gerakan janin berkurang.

“Pemeriksaan ANC dianjurkan dilakukan minimal delapan kali selama masa kehamilan,” ucap Farah Fakhmie Madani. “Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi komplikasi lebih dini.”

Puskesmas Gadang Hanyar juga mengimbau keluarga turut mendukung kesehatan ibu hamil. Dukungan keluarga dinilai penting untuk mencegah komplikasi serta meningkatkan keselamatan ibu dan bayi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....