Inovasi "Mantap Jiwa" Idham Halid Tekan Angka Kekambuhan ODGJ
- 13 Mei 2026 14:29 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, BANJARMASIN - Puskesmas Teluk Tiram Banjarmasin berhasil menekan angka kekambuhan pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) melalui inovasi layanan bertajuk “Mantap Jiwa”. Program Pemantauan dan Pendampingan Pasien Jiwa ini dinilai efektif membantu pasien menjalani pengobatan secara rutin dan terpantau.
Perawat Puskesmas Teluk Tiram, Idham Halid, A.Md.Kep., mengungkapkan hal tersebut saat menjadi narasumber dalam program Cerita di Siang Hari di RRI Pro 1 Banjarmasin, Selasa, 12 Mei 2026.
Menurut Idham, program “Mantap Jiwa” lahir dari tingginya kompleksitas persoalan kesehatan mental di wilayah Teluk Tiram. Berdasarkan pendataan yang dilakukan pada 2023, sebagian besar pasien ODGJ dirawat oleh lanjut usia (lansia) yang menjadi caregiver atau pendamping utama di rumah.
"Setelah kami data pada 2023, ternyata hampir 60 persen pasien ODGJ di Teluk Tiram dirawat oleh lansia sebagai caregiver. Ini memicu angka kekambuhan karena pengawasan obat yang tidak maksimal," ujar Idham.
Melalui program "Mantap Jiwa", Idham menggerakkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan ketua RT, RW, hingga Babinkamtibmas untuk melakukan kunjungan rumah secara rutin. Fokus utamanya adalah memastikan kepatuhan minum obat dan deteksi dini jika pasien mulai menunjukkan gejala ketidakstabilan emosi.
Idham halid yang dinobatkan sebagai Perawat Teladan Kota Banjarmasin 2026 ini menekankan bahwa keberhasilan inovasi ini bukan kerja individu,melainkan Sinergi dengan banyak pihak mulai apoteker dan dokter di puskesmas serta pihak babinkamtibmas yang menjadi kunci dalam memantau data pasien yang seringkali sulit terdeteksi akibat kehilangan identitas kependudukan.
Hasilnya, angka kunjungan pasien ke puskesmas untuk kontrol rutin meningkat signifikan, sementara kasus pasien mengamuk di lingkungan masyarakat terus menurun. Strategi jemput bola ini dianggap efektif untuk memutus rantai kekambuhan pada pasien ODGJ di daerah padat penduduk.
Dalam peringatan Hari Perawat Internasional 2026, Idham mengajak seluruh tenaga kesehatan untuk tidak hanya bekerja di dalam ruangan. Ia menekankan pentingnya kehadiran fisik perawat di tengah masyarakat untuk memahami akar masalah kesehatan yang sebenarnya.
Idham berharap profesi perawat semakin dihargai bukan sekadar sebagai pelaksana teknis, melainkan sebagai agen perubahan sosial. Baginya, dedikasi perawat adalah tentang bagaimana memberikan masa depan yang lebih baik dan aman bagi setiap nyawa yang mereka rawat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....