Sentuhan Inovasi SMART-DM Tekan Risiko Komplikasi Diabetes di Tabalong

  • 08 Mei 2026 19:12 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Tabalong - Menjaga kedisiplinan pasien Diabetes Melitus (DM) dalam mengonsumsi obat kerap menjadi tantangan tersendiri bagi tenaga kesehatan. Minimnya pemahaman terhadap risiko komplikasi seringkali membuat pasien abai dalam menjalani pengobatan secara rutin.

Kondisi tersebut mendorong lahirnya inovasi Sistem Monitoring Aktif Rutin dan Terpadu Diabetes Melitus atau SMART-DM. Inisiatif ini digagas oleh dr. Yuna Rezkia Kartika, salah seorang dokter muda di UPT Puskesmas Muara Harus, Kabupaten Tabalong.

Melalui inovasi sederhana ini, dokter berusia 28 tahun tersebut berupaya mengubah metode penyuluhan medis yang selama ini dianggap belum maksimal. Ia merasa prihatin melihat kondisi pasien yang kerap mengalami komplikasi serius akibat kadar gula darah tidak terkontrol.

"Banyak pasien Diabetes Melitus ini yang tidak rutin minum obat. Salah satunya karena pendekatan edukasi medis selama ini kurang menarik," ujarnya pada Jumat, 8 Mei 2026.

Pendekatan medis kini dilakukan lewat media kreatif dan kartu pengingat personal. Sosok yang telah bertugas sejak April 2025 ini memilih penggunaan stempel bergambar senyum pada kartu pasien untuk memberikan motivasi psikologis.

Selain itu, sebuah sistem dibentuk untuk melibatkan langsung keluarga dalam proses pemantauan. Melalui sebuah grup komunikasi, kondisi pasien akan dipantau bersama oleh keluarga, dokter, perawat, hingga kepala puskesmas.

"Langkah sederhana ini ternyata efektif membuat pasien lebih semangat untuk kontrol rutin. Bahkan sekarang tingkat kepatuhan minum obat naik hingga 50 persen," katanya menjelaskan.

dr. Yuna mengungkapkan perubahan kepatuhan pasien ini membawa dampak positif pada penurunan risiko komplikasi fatal. Melalui pemantauan aktif, risiko gangguan jantung hingga luka diabetik kini dapat dicegah lebih awal.

Sebagai satu-satunya pusat kesehatan bagi tujuh desa di wilayah Muara Harus, tanggung jawab puskesmas ini tergolong besar. Inovasi tersebut diharapkan mampu menjembatani berbagai hambatan yang selama ini terjadi bagi para pasien.

"Kami berharap kebiasaan ini bisa menjadi budaya baru. Nantinya, pola ini bisa kita terapkan juga untuk penanganan penyakit kronis lainnya," ucapnya.

Ia memastikan sistem monitoring ini akan terus dievaluasi secara berkala. Hal tersebut dilakukan guna memberikan dampak pelayanan yang lebih baik dan luas bagi seluruh pasien di Puskesmas Muara Harus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....